Hal ini disebabkan karena serangan pandemik Covid-19 yang merambah diseluruh dunia. Biasanya, semua komponen warga bangsa memeriahkan momen tujuh belas agustus dengan ragam kegiatan. Pertunjukan seni budaya, carnval, dan sederat aksi-aksi teatrikal yang menggambarkan spirit kemerdekaan dipertontonkan oleh hampir semua masyarakat Indonesia.
Hal ini jelas sudah mentradisi sejak puluhan tahun lamanya. Pada moment 17 agustus inilah nampak terlihat ciri khas masyarakat Indonesia dengan berbagai nilai tradisi dan budaya yang dipersembahkan dipanggung peringatan 17 agustus 1945 sebagai hari kelaihan bangsa Indonesia.
Walaupun moment 17 agustus ditahun 2020 ini sepertinya terhadang oleh pandemi covid-19, tetapi spirit kemerdekan harus tetap membumi ditanah ibu pertiwi. Sebab, tak ada alsan untuk mencintai negeri ini dalam situasi dan kondisi apapun. Menjadi warga negera Indonesia berarti menjadi bagian penting pembangunan untuk masa depan Indonesia yang lebih cerah, lebih bisa menjadi manusia Indonesia yang berkarakter, beradab, dan menjunjung tinggi multikulturalisme.
Di era Indonesia modern yang ditandai dengan derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang dirayakan secara gegap gempita, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam hal kesadaran berbangsa dan bernegara. Derasnya gempuran kebudayaan asing yang terfasilitasi dengan media dan teknologi internet dapat secara bebas leluasa hadir di tengah-tengah masyarakat kita dan berpotensi mendominasi serta mempengaruhi kebudayaan lokal.
Ditambah lagi dengan permasalahan-permasalahan negara lainnya yang mengancam kedaulatan bangsa, khususnya pasca 1998, seperti bermunculannya ideologi yang berseberangan dengan ideologi negara, terorisme, radikalisme, serta konflik sosial berbasis suku, ras dan agama. Singkatnya, sekelumit permasalahan bangsa di atas sedikit banyak menjelaskan bahwa Indonesia sedang menghadapi tantangan serius terkait dengan nasionalisme.














