Oleh karena itu, salah satu hikmah yang mungkin perlu kita petik pada momentum 17 agustus tahun 2020 ini adalah kembali pulang pada jati diri bangsa Indonesia. Yakni sebagai bangsa yang menghargai sejarah dan mempelajari sejarah itu sendiri sampai kepada akar-akarnya. Sebab, sejarah merupakan warisan narasi yang susah payah dibuat oleh para funding father kita, para orang-orang terdahulu yang tak kenal lelah berjuang dimedan pertempuran.
Mereka yang gugur di medan pertempuran pada hakikatnya adalah menjadi pemenang. Seperti yang dikatakan oleh Paulo Coelho dalam manuskrip Accra kuno “kalah dalam pertempuran, atau kehilangan semua yang kita anggap miliki kita, akan membawa kita pada saat – saat penuh kesedihan; namun setelah semua itu berlalu, akan kita temukan kekuatan tersembunyi dalam diri kita masing–masing; keteguhan yang mengejutkan dan membuat kita lebih menghargai diri sendiri”.
Lebih lanjut Coelho mengatakan ;
“Banggalah akan bekas-bekas lukamu. Bekas-bekas luka itu adalah medali yang dicap didagingmu, dan musuh-musuhmu akan gentar melihatnya, sebab bekas-bekas luka itu menjadi bukti sekian banyak pengalamanmu di medan tempur. Sering kali hal ini membuat musuh-musuhmu memilih untuk berdialog dan menghindari konflik!”
Selamat HUT RI Ke-75, Jayalah Indonesia.














