Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Opini · 11 Apr 2026 22:35 WIB ·

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu


 Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu Perbesar

Oleh : Kartini Mega Dzikrullah

Selama ini Banten dikenal sebagai wilayah penyangga ibu kota dengan kawasan industri dan pelabuhan besar. Namun di balik itu, Banten menyimpan pesona alam luar biasa yang belum banyak tersentuh wisatawan.

Mulai dari hutan tropis, pantai eksotis, hingga kawasan konservasi yang masih alami semuanya menjadikan Banten sebagai surga tersembunyi bagi pecinta ekowisata. Adapun beberapa ekowisata Banten yang memikat dan jarang orang tahu yakni :

1. Pulau Peucang

Pulau Peucang adalah surga kecil yang menawarkan keindahan laut dan darat secara bersamaan. Pulau ini terkenal dengan pasir putihnya yang halus dan air laut yang jernih kebiruan, menjadikannya salah satu spot snorkeling terbaik di Banten.

Gambar 1. Pulau Peucang

Terumbu karang yang masih terjaga menjadi rumah bagi berbagai biota laut yang eksotis. Namun, daya tarik utamanya bukan hanya pada keindahan visual, melainkan pada pengalaman hidup berdampingan dengan alam.  Rusa-rusa liar sering terlihat berjalan bebas di sekitar penginapan, menciptakan suasana alami yang sulit ditemukan di tempat lain.

Para wisatawan belajar bahwa alam bukan sekadar objek wisata, tetapi ruang hidup yang harus dihormati. Pengelolaan wisata di Pulau Peucang juga dibatasi agar tidak merusak ekosistem, menjadikannya contoh ekowisata bahari yang ideal.

2. Pulau Handeuleum

Pulau Handeuleum menawarkan pengalaman ekowisata yang lebih eksploratif dan edukatif. Berbeda dengan Pulau Peucang yang berfokus pada wisata pantai, Handeuleum dikenal dengan ekosistem sungai dan hutan mangrovenya.

Gambar 2. Pulau Handeuleum

Aktivitas utama di sini adalah menyusuri sungai menggunakan kano, di mana wisatawan dapat mengamati kehidupan liar secara langsung mulai dari burung langka, monyet ekor panjang, hingga jejak banteng liar.

BACA JUGA   Memperingati Hari Pahlawan Tahun 2022, Walikota Serang: Lawan Kita adalah Kemiskinan dan Kebodohan

Suasana yang tenang dan minim gangguan manusia membuat pengalaman ini terasa sangat autentik. Ekowisata di Pulau Handeuleum menekankan pada interaksi pasif dengan alam, artinya wisatawan hanya mengamati tanpa mengganggu. Hal ini memberikan kesadaran bahwa manusia hanyalah bagian kecil dari ekosistem yang lebih besar.

3. Gunung Karang

Gunung Karang adalah destinasi ekowisata pegunungan yang masih sangat alami dan belum banyak tersentuh wisata massal.

Gambar 3. Potret Atas dari Gunung Karang

Gunung ini memiliki jalur pendakian yang relatif menantang dengan hutan yang masih asri dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Banyak pendaki datang bukan hanya untuk mencapai puncak, tetapi untuk menikmati perjalanan yang penuh dengan keindahan alam. Kabut tipis, suara burung, serta udara yang sejuk menciptakan suasana yang menenangkan.

Ekowisata di Gunung Karang menekankan pada petualangan yang bertanggung jawab, di mana pendaki diharapkan menjaga kebersihan dan tidak merusak lingkungan. Tempat ini telah menjadi tempat ideal bagi mereka yang ingin detoks dari kehidupan kota.

4. Curug Putri Tahura

Gambar 4. Curug Putri Tahura

Curug Putri Tahura adalah air terjun tersembunyi yang menawarkan ketenangan dan keasrian alam. Terletak di kawasan hutan konservasi, curug ini dikelilingi oleh pepohonan hijau yang rindang dan udara yang sangat segar.

Akses menuju lokasi cukup menantang karena harus melewati jalur trekking, namun hal ini justru menjaga kealamian tempat tersebut. Airnya yang jernih dan suasana yang sunyi membuatnya cocok untuk relaksasi dan refleksi diri.

Ekowisata di sini lebih bersifat personal dan intim tidak ramai, tidak bising, dan jauh dari komersialisasi. Ini adalah contoh nyata bahwa keindahan alam sering kali tersembunyi di tempat yang sulit dijangkau.

BACA JUGA   Mewaspadai Penyebaran Paham Khilafah

5. Rawa Dano

Gambar 5. Wisata Rawa Dano Serang

Rawa Dano merupakan kawasan rawa pegunungan yang unik dan jarang diketahui. Berbeda dari destinasi wisata umum, Rawa Dano adalah cagar alam yang memiliki ekosistem rawa air tawar dengan keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi. Kabut yang sering menyelimuti kawasan ini menciptakan suasana mistis dan tenang.

Ekowisata di sini lebih berfokus pada penelitian, fotografi alam, dan pengamatan burung. Akses yang terbatas membuat kawasan ini tetap terjaga keasriannya, sekaligus menjadi contoh bagaimana wisata alam bisa berjalan tanpa merusak lingkungan.

6. Desa Wisata Cikolelet

Desa Wisata Cikolelet adalah contoh ekowisata berbasis masyarakat yang berkembang di Banten. Desa ini menawarkan pengalaman wisata yang menyatu dengan kehidupan lokal, seperti bertani, membuat kerajinan, hingga menikmati kuliner tradisional.

Gambar 6. Desa Wisata Cikolelet

Selain aktivitas budaya, Desa Cikolelet juga dikelilingi oleh potensi alam yang masih sangat alami, terutama beberapa air terjun (curug) yang belum banyak terekspos. Curug-curug ini menawarkan suasana tenang, air yang jernih, serta lingkungan hutan yang masih asri.

Perjalanan menuju lokasi biasanya dilakukan dengan trekking ringan hingga menengah, memberikan pengalaman petualangan sekaligus kesempatan untuk menikmati keindahan alam secara langsung.

Kondisi yang masih alami ini menjadi nilai tambah karena wisatawan dapat merasakan ketenangan yang sulit ditemukan di destinasi wisata yang sudah ramai.

7. Pantai Bagedur

Pantai Bagedur menawarkan keindahan pantai yang masih sepi dan alami. Garis pantainya yang panjang dengan pasir cokelat lembut memberikan suasana yang berbeda dari pantai pada umumnya. Minimnya pembangunan membuat ekosistem di sekitar pantai tetap terjaga.

Wisatawan dapat menikmati suasana tenang, berinteraksi dengan nelayan lokal, serta belajar tentang kehidupan pesisir. Ekowisata di Pantai Bagedur lebih menekankan pada kesederhanaan dan keaslian lingkungan.

BACA JUGA   Komitmen DPK Provinsi Banten Dorong Perpustakaan Standar Nasional

Gambar 7. Pantai Bagedur

8. Situ Gunung (Danau Alami Banten)

Situ Gunung adalah danau alami yang dikelilingi hutan dan perbukitan hijau. Tempat ini cocok untuk wisata relaksasi, trekking ringan, hingga camping. Keindahan danau yang tenang berpadu dengan udara sejuk menciptakan suasana yang menenangkan.

Gambar 8. Situ Gunung

Ekowisata di kawasan ini berfokus pada pelestarian lingkungan dan edukasi alam, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati alam tanpa aktivitas ekstrem.

Menariknya, ekowisata di Banten cenderung belum terkomersialisasi secara besar-besaran seperti di Bali atau Yogyakarta. Hal ini membuat pengalaman wisata menjadi lebih eksklusif dan autentik.

Wisatawan tidak hanya datang dan foto, tetapi benar-benar terlibat dalam proses memahami alam dan budaya setempat. Namun, di balik potensi besar tersebut, terdapat tantangan yang cukup serius. Kurangnya promosi, akses yang terbatas, serta minimnya infrastruktur membuat banyak destinasi ekowisata di Banten belum dikenal luas.

Selain itu, jika tidak dikelola dengan baik, peningkatan jumlah wisatawan justru berpotensi merusak ekosistem yang ada. Oleh karena itu, pengembangan ekowisata di Banten harus dilakukan secara hati-hati dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Ekowisata di Banten bukan hanya tentang destinasi, tetapi tentang pengalaman yang menyeluruh menggabungkan keindahan alam, pelestarian lingkungan, serta kearifan lokal masyarakat.

Hal inilah yang membuatnya berbeda dan istimewa. Justru karena belum banyak diketahui, ekowisata Banten menjadi rahasia berharga yang menawarkan ketenangan, keaslian, dan makna yang lebih dalam bagi setiap pengunjung yang datang. (*)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BLT Ditengah Bisingnya Informasi

5 April 2026 - 12:02 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Menata Ulang Cara Pandang Komunikasi dalam Penanganan Bencana dan Kebijakan Bantuan di Sumatera

27 Maret 2026 - 08:46 WIB

Bias Algoritma dan Polarisasi Digital

24 Maret 2026 - 11:34 WIB

Kepemilikan Media dan Dukungan Politik

15 Maret 2026 - 19:26 WIB

FOMO Storytelling: Antara Narasi, Kekuasaan, dan Makna Sosial

13 Maret 2026 - 10:38 WIB

Trending di News