Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Opini · 2 Jul 2022 12:57 WIB ·

Moderasi Beragama di Sektor Pendidikan


 Moderasi Beragama di Sektor Pendidikan Perbesar

Oleh : Rahmat Gunawan

Keutuhan Indonesia adalah sesuatu yang harus dipertahankan. Salah satu cara untuk merekatkan keutuhan bangsa adalah dengan moderasi beragama.

alam upaya memperkuat spirit moderasi beragama, sektor pendidikan menjadi wilayah yang sangat strategis untuk mencegah penyebaran radikalisme dan ekstremisme.

H. Mohsen selaku Kepala Pusat Litbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang Diklat Kemenag RI mengatakan, sektor pendidikan perlu mendapat perhatian serius sejak dini.

Mohsen menyarankan perlu dilakukan “vaksinasi” antiradikalisme terhadap tokoh pendidikan. Dengan kata lain, wawasan toleransi dan moderasi beragama perlu ditingkatkan di semua level pendidikan.

Moderasi beragama di sektor pendidikan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Namun, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, tetapi harus ada kolaborasi dengan semua pihak, khususnya dengan para tokoh pendidikan dan masyarakat sehingga memiliki satu pemahaman yang sama.

Dalam penerapan moderasi beragama, hal yang paling penting sejatinya adalah untuk mengurangi dan mengikis kekerasan beragama.

Hal tersebut dikarenakan dengan adanya kesadaran moderasi beragama diharapkan dapat mencegah terjadinya praktik radikalisme dan ekstremisme.

Pemerintah juga harus berhati-hati terhadap propaganda dan usaha-usaha lain dari kelompok radikal untuk memecah-belah bangsa.

Jangan sampai mereka menyusupi sektor pendidikan untuk menghasut para pelajar sehingga ikut masuk ke dalam kelompok radikal.

Karena sejatinya usia pelajar sangatlah rentan terhadap ajakan-ajakan tersebut, mereka sedang dalam proses pencarian jadi diri.

Ketika seseorang sudah memahami moderasi beragama maka ia tidak mau terseret arus ekstrim kanan atau kiri, juga tidak mau kena radikalisme.

Ia paham bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik sehingga menolak ekstrimisme dan radikalisme.

Moderasi beragama merupakan kunci untuk menjaga keutuhan bangsa. Jika semua kalangan masyarakat khususnya di sektor pendidikan menerapkan moderasi beragama, maka bangsa ini akan utuh dan damai tanpa adanya kerusakan akibat provokasi.

BACA JUGA   Kopi dan Ancaman Resesi

Oleh karena itu, masyarakat perlu diajak untuk dapat bangkit bersama dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Dengan moderasi beragama, dapat menjadi modal utama untuk menjaga keutuhan bangsa dan muncul harapan bahwa bersikap moderat dapat menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demi menjaga keutuhan, sekaligus kebhinekaan Indonesia yang berlandaskan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. (*)

*Penulis adalah Kontributor Bunda Mulia Institute

Arief Rosyid Hasan Astra Tol Tangerang-Merak BPIP Breaking News Budi Rustandi Covid-19 Fauzan Dardiri Gempa Bumi Gempa Bumi Kabupaten Cianjur GP Ansor Headline Hukum & Kriminal Kanwil DJP Banten Kota Serang KPU Kota Serang KTT G20 Lawan Covid-19 Nasional Olahraga Opini Organisasi Pandemi Covid-19 Pemerintahan Pemilu 2024 Pemkab Serang Pemkab Tangerang Pemkot Serang Pemkot Tangerang Pemprov Banten Pendidikan Piala Dunia 2022 Qatar Pilpres 2024 Polda Banten Presiden Joko Widodo Skuad Timnas Belgia Skuad Timnas Inggris Skuad Timnas Qatar Sosial Timnas Brasil Untirta UU Cipta Kerja Vaksinasi Covid-19 Wali Kota Serang Wali Kota Serang Syafrudin Wali Kota Tangerang

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

UPA Perpustakaan Untirta Gelar Bedah Buku ‘Baduy Masyarakat 1001 Tabu’ Karya Uday Suhada

16 April 2026 - 08:21 WIB

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

BLT Ditengah Bisingnya Informasi

5 April 2026 - 12:02 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Menata Ulang Cara Pandang Komunikasi dalam Penanganan Bencana dan Kebijakan Bantuan di Sumatera

27 Maret 2026 - 08:46 WIB

Bias Algoritma dan Polarisasi Digital

24 Maret 2026 - 11:34 WIB

Trending di Opini