Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Opini · 2 Sep 2023 20:13 WIB ·

Mewujudkan ASEAN Sebagai Motor Perdamaian dan Pusat Pertumbuhan


 Mewujudkan ASEAN Sebagai Motor Perdamaian dan Pusat Pertumbuhan Perbesar

Oleh: Lucky Pratama

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN yang akan digelar pada 5-7 September 2023 mendatang di Jakarta akan membahas perkembangan dan penguatan kerja sama ASEAN dengan mitra eksternal.

Selain itu, soliditas ASEAN dan stabilitas kawasan juga penting guna menghadapi tantangan global dan mewujudkan ASEAN sebagai motor perdamaian dan pusat pertumbuhan (epicentrum of growth).

Presiden Jokowi berharap semua hal terkait KTT sudah siap pada waktu penyelenggaraan. Seluruh anggota ASEAN juga di dorong untuk meneguhkan kembali tekad untuk menjadikan Asia Tenggara sebagai kawasan yang damai dan sejahtera.

Keketuaan Indonesia pada KTT ke-43 ASEAN diharapkan dapat menghasilkan rumusan kongkrit pada tataran implementasi dan operasionalisasi dari ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP), mengingat Indo-Pasifik sebagai kawasan yang sangat strategis.

Sehingga rumusan yang dihasilkan bisa  bersifat komprehensif dari pendekatan keamanan, ekonomi, dan pembangunan sehingga aktivitas ekonomi kreatif, ekonomi digital bisnis dan investasi, dan infrastruktur dan lainnya dapat menyokong pembangunan berkelanjutan.

Meski dinamika global saat ini tidak mudah, tetapi Presiden meyakini ASEAN akan mampu melewati tantangan tersebut. Bonus demografi dan kepercayaan dunia terhadap ASEAN sebagai kawasan dengan kesempatan ekonomi terbaik saat ini merupakan aset kuat ASEAN untuk menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, Presiden mendorong agar momentum tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik.

Keketuaan Indonesia pada KTT kali juga diharapkan dapat mendorong roda perekonomian nasional di berbagai kota yang menjadi tempat diselenggarakannya rangkaian side event KTT ASEAN 2023 sekaligus menjadi momentum untuk memperlihatkan kemajuan ekonomi Indonesia yang tetap tumbuh dan tangguh ditengah badai krisis  sehingga Indonesia layak menjadi area bisnis yang dapat menarik investasi asing.

Mendapat mandat memegang Keketuaan ASEAN 2023 menjadi peluang sangat baik dalam mendukung kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia secara luas. Terutama dalam mengenalkan dan mempromosikan seluruh potensi pariwisata dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah.

BACA JUGA   Mengawal Pemilu 2024 yang Damai

Ke depannya, setiap hasil side event dan ASEAN Summit pada masa Keketuaan Indonesia di ASEAN diharapkan dapat membantu mencapai target 8,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan membuka 4,4 juta lapangan kerja di tahun 2024.

Momentum positif ini sudah seharusnya kita manfaatkan untuk menjadikan ASEAN sebagai masa depan dunia, menjadikan ASEAN jangkar perdamaian, jangkar kestabilan, dan jangkar kesejahteraan dunia.

Indonesia diharapkan dapat membawa agenda untuk melanjutkan kembali negosiasi atas pembentukan kode tata perilaku (Code of Conduct/CoC) untuk pihak-pihak yang bersengketa di Laut Cina Selatan. Pembentukan CoC merupakan mandat dari deklarasi tata perilaku (Declaration of Conduct/DoC) yang telah disepakati oleh ASEAN dan Cina dalam KTT ASEAN di Phnom Penh tahun 2002.

Bagi Indonesia, penyelenggaraan rangkaian KTT ASEAN semakin menunjukkan bahwa bangsa ini memiliki peran strategis dalam memimpin arsitektur kawasan yang secara kongkrit dapat memberikan manfaat kepada masyarakat regional dan global dan menjadikan kawasan ASEAN sebagai world’s engine of sustainable growth.

Tapi yang paling penting dalam hal ini adalah media diharapkan dapat menyebarluaskan manfaat KTT ke-43 ASEAN ke masyarakat dengan baik, sehingga masyarakat dapat mengerti, memahami dan mengambil manfaat dari KTT ASEAN. Melalui pemberitaan, informasi semua pilar yang menjadi agenda pemerintah dan ASEAN diharapkan bisa diterima oleh masyarakat secara baik.

Ada sejumlah manfaat dari keketuaan ASEAN bagi Indonesia, baik di bidang ekonomi maupun di tingkat regional dan global. Di bidang ekonomi, KTT ASEAN akan mendorong roda perekonomian nasional di sejumlah kota di Indonesia, menjadi momentum untuk memperlihatkan kemajuan pembangunan Indonesia, dan menjadi daya tarik investasi asing ke tanah air.

Untuk regional dan global adalah peningkatan (pengakuan) dunia atas kemampuan Indonesia dalam memimpin arsitektur kawasan melalui pengelolaan kerja sama ekonomi intra-ASEAN dan mitra kawasan. Sementara itu, manfaat di tingkat regional adalah menyiapkan masyarakat ASEAN dalam penguatan pemulihan ekonomi dan menjadikan Asia Tenggara sebagai penggerak pertumbuhan dunia yang berkelanjutan.

BACA JUGA   Berikut Profil Akbar Himawan Buchari, Nahkoda Baru BPP HIPMI 2022-2025

Kita wajib mendukung keketuaan Indonesia untuk ASEAN dengan turut menjunjung nilai solidaritas dengan semangat optimisme dan kerja sama, dengan membangun collaborative governance multi stakeholder untuk memastikan suksesnya KTT ASEAN 2023 dari sisi teknis dan substansi sehingga cita-cita untuk mewujudkan ASEAN yang tangguh terhadap berbagai gejolak krisis serta ASEAN yang mampu membawa kebermanfaatan bagi masyarakat di Asia Tenggara dan dunia dapat diwujudkan. (*)

*) Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Ekonomi Kreatif

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

BLT Ditengah Bisingnya Informasi

5 April 2026 - 12:02 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Menata Ulang Cara Pandang Komunikasi dalam Penanganan Bencana dan Kebijakan Bantuan di Sumatera

27 Maret 2026 - 08:46 WIB

Bias Algoritma dan Polarisasi Digital

24 Maret 2026 - 11:34 WIB

Kepemilikan Media dan Dukungan Politik

15 Maret 2026 - 19:26 WIB

Trending di Opini