Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Opini · 1 Des 2023 13:08 WIB ·

Gen Z Harus Cerdas Menangkal Radikalisme Menjelang Pemilu 2024


 Gen Z Harus Cerdas Menangkal Radikalisme Menjelang Pemilu 2024 Perbesar

Oleh: Nana Gunawan

Menjelang Pemilu 2024, potensi kemunculan kelompok-kelompok radikal semakin massif. Penyebaran paham radikal melalui platform media sosial menjadi ancaman serius bagi masyarakat terutama generasi muda yang lebih sering menggunakan gadget sebagai rutinitas mencari informasi.

Seluruh pihak, tak terkecuali generasi Z (Gen Z) agar mewaspadai dan menangkal penyebaran paham tersebut demi mewujudkan dunia internet yang bebas dari konten radikal.

Saat ini kelompok milenial dan Gen Z menjadi kelompok yang mendominasi Pemilu 2024. Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), kedua kelompok ini menyumbangkan 56,45 persen terhadap total pemilih pada Pemilu yang akan datang. Dengan begitu, anak-anak muda Indonesia harus cerdas mewaspadai gerakan maupun serangan radikalisme dan terorisme menjelang Pemilu 2024.

Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin mengatakan gerakan radikalisme dan terorisme akan berpotensi tumbuh subur jelang Pemilu 2024. Seluruh elemen masyarakat diminta agar komitmen mengawasi media sosial supaya tidak dijadikan sebagai lahan penyebaran konten-konten radikal oleh oknum-oknum yang menginginkan perpecahan.

Wapres juga meminta agar semua pihak memahami segala bentuk resiko dari radikalisme agar tidak mudah dimanfaatkan dan di brainwash oleh kaum intoleran untuk memengaruhi dna memecah belah bangsa.

Lebih lanjut, Ma’ruf Amin mengatakan bahwa pentingnya memperkuat kolaborasi antar pihak untuk menangkal terorisme secara berjamaah. Ma’ruf Amin mengimbau agar mengedepankan langkah-langkah kontra radikalisme dan deradikalisasi untuk mengembalikan kaum yang sudah terpapar radikalisme.

Dengan begitu, upaya penangkalan radikalisme dan terorisme bisa dilakukan secara bersama-sama.
Sejalan dengan Ma’ruf Amin, Banteng Muda Indonesia (BMI) yang merupakan sayap partai PDI Perjuangan terus berupaya meliterasi anak muda agar tidak terdoktrin oleh paham radikal.

Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP BMI, Mixil Mina Munir mengatakan bahwa saat ini radikalisme di kalangan anak muda sangat besar. Paham ini memperjuangkan cita-citanya untuk mengganti ideologi Pancasila dengan sistem khilafah.

BACA JUGA   Resmi! Uni Eropa Jadikan USB Type-C Sebagai Pengisi Daya Umum Mulai 2024 

Mixil juga menambahkan bahwa pola yang sering dipakai oleh kaum intoleran adalah dengan menggunakan politik identitas, memproduksi konten hoaks, menebarkan kebencian, hingga politisasi agama. Kaum radikal tidak segan-segan untuk melakukan propagandanya di media sosial dan mempolitisasi hari-hari besar agama untuk menyerang Pemerintah. Semua itu digunakan sebagai bahan bakar untuk meraih dukungan elektoral.

Meskipun terdapat beberapa kelompok radikal yang sudah dibubarkan Pemerintah, namun masih banyak anggotanya yang aktif melakukan pola gerakan radikal secara tersembunyi dengan cara mengganti nama kelompok organisasinya.

Pada Pemilu 2024 ini, seluruh elemen masyarakat patut mencurigai segala bentuk upaya tersembunyi para anggota kelompok tersebut. Tentu saja ini sangat membahayakan penyelenggaraan pesta demokrasi jika kaum radikal bisa berhasil mengambil alih kekuasaan.

Sementara itu, untuk mewujudkan situasi Pemilu 2024 yang damai dan kondusif, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan upaya memutuskan akses (take down) terhadap 174 akun dan konten di internet yang terindikasi memuat aktivitas indoktrinasi dan penyebaran paham radikalisme.

Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan TNI dan BNPT untuk memantau platform digital yang memuat konten radikalisme dan terorisme. Dari hasil pantauan, menunjukkan bahwa adanya peningkatan signifikan terhadap penyebaran konten radikalisme, dan ditemukan beberapa akun di platform digital tersebut terafiliasi Jemaah Ansharud Daulah (JAD) dan Jamaah Islamiah (JI).

Berdasarkan laporan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aptika (Aplikasi Informatika) Kemenkominfo, dari 174 konten yang ditemukan, media sosial Twitter mendominasi konten radikal yang disusul Facebook, Instagram, dan kemudian Youtube. Atas dasar tersebut, dengan sigap pihak Kominfo langsung memutus akses konten-konten radikalisme dan terorisme sesuai dengan Undang-Undang (UU) No. 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

BACA JUGA   Penuh Optimisme Timnas CS:GO Men Targetkan Menang di Lower Bracket

Upaya penangkalan konten radikalisme di media sosial dalam rangka memastikan Pemilu 2024 dapat berlangsung dengan sehat dan produktif bagi masyarakat Indonesia. Konten-konten bermuatan negatif hanya bisa merusak kedamaian di ruang digital menjelang pesta demokrasi. Padahal, esensi pelaksanaan Pemilu 2024 adalah menyatukan anak bangsa dan memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas demokrasi.

Maka dari itu, masyarakat Indonesia khususnya para generasi milenial maupun Gen Z harus bisa mengambil peran dalam menjaga ruang digital yang aman dengan menyebarkan konten-konten yang positif.

Generasi muda juga diharapkan untuk mewaspadai penyebaran konten radikalisme, terorisme, serta tidak mudah termakan hoaks dan propaganda yang beredar di media sosial.

Dengan begitu, akan timbul sinergitas dari seluruh pihak dalam rangka mencegah radikalisme dan terorisme menjelang Pemilu sehingga ancaman radikalisme dapat dicegah dan pelaksanaan Pemilu 2024 dapat berjalan dengan aman dan damai. (*)

*) Penulis merupakan Pengamat Ekonomi, Pershada Institut.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

BLT Ditengah Bisingnya Informasi

5 April 2026 - 12:02 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Menata Ulang Cara Pandang Komunikasi dalam Penanganan Bencana dan Kebijakan Bantuan di Sumatera

27 Maret 2026 - 08:46 WIB

Bias Algoritma dan Polarisasi Digital

24 Maret 2026 - 11:34 WIB

Kepemilikan Media dan Dukungan Politik

15 Maret 2026 - 19:26 WIB

Trending di Opini