Pendaftaran Kartu Prakerja Hanya lewat Situs Resmi

Pendaftaran Kartu Prakerja Hanya lewat Situs Resmi

Tautan "Pendaftaran Kartu Prakerja 2026" yang beredar di Facebook, lengkap dengan janji pelatihan dan insentif jutaan rupiah, bukan pintu resmi. Manajemen pelaksana program sudah menetapkan satu alamat untuk data diri: prakerja.go.id. Di luar domain itu, formulir yang meminta nama, NIK, atau nomor Telegram tidak mencatatkan siapa pun sebagai peserta.

Sampai artikel ini diperiksa pada 26 Oktober 2026, pemeriksaan fakta Kompas, Tempo, dan Jala Hoaks Jakarta menyimpulkan pemerintah belum membuka gelombang baru. Gelombang terakhir yang disebut resmi adalah Gelombang 71 pada Agustus 2024. Gelombang 72 belum punya jadwal yang diumumkan di situs program. Kabar yang sah hanya yang tampil di prakerja.go.id dan di akun resmi yang bercentang.

Yang sedang berjalan adalah transisi, bukan gelombang baru

Pada Mei 2025, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan program masih dalam transisi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ke Kementerian Ketenagakerjaan. Kalimatnya: tunggu sampai proses transisi selesai. Transisi itu tidak sama dengan tombol daftar yang sudah dibuka.

Anggaran yang pernah disebut dalam pembahasan APBN juga tidak membuka formulir. Selama dasbor di prakerja.go.id tidak menampilkan gelombang yang sedang menerima pendaftar, tidak ada antrean yang bisa "disusul" lewat chat. Orang yang menawar slot karena katanya gelombang hampir penuh sedang menjual antrean yang tidak ada.

Peserta lama yang sudah punya akun tetap masuk lewat situs yang sama, dengan surel dan kata sandi yang dulu dibuat sendiri. Lupa sandi diurus dari halaman situs itu, bukan dari tautan yang dikirim teman.

Alamat yang dipakai, dan yang ditutup

Pendaftaran dan pembuatan akun hanya di www.prakerja.go.id. Kepala Divisi Hukum program, dalam imbauan resmi, menyatakan tidak ada kanal lain. Situs atau tautan selain alamat itu, bila diisi, membuka jalan pencurian data.

Ciri yang berulang pada tautan palsu tahun 2026:

  • Domain bukan go.id. Contoh yang sudah diperiksa Tempo adalah daftarprakerja.my.id. Domain my.id bisa dibeli umum. Domain go.id untuk situs pemerintah melalui permohonan tersendiri.
  • Formulir minta nama lengkap lalu nomor Telegram, sebelum ada akun di prakerja.go.id.
  • Janji insentif dengan angka pasti, antara lain Rp4,2 juta, dipasang di unggahan Facebook. Angka itu bagian dari narasi yang dinyatakan hoaks, bukan manfaat yang sedang dibayarkan.
  • Tombol "mau dibantu daftar" yang memindahkan percakapan ke admin, lalu meminta foto KTP dan kode SMS.

Akun media sosial yang dipakai untuk pengumuman adalah akun bercentang, termasuk Instagram @prakerja.go.id. Centang saja tidak cukup bila tautan di bio mengarah ke domain lain. Tautan yang diketik sendiri ke prakerja.go.id adalah pembandingnya. Bila situs resmi tidak menampilkan gelombang, pengumuman di tempat lain yang mengaku sudah buka diabaikan.

Membaca situs resmi pada hari Anda membuka

Ketik alamatnya di peramban. Jangan mengetuk hasil iklan yang judulnya mirip. Di beranda, baca apakah ada gelombang yang sedang dibuka, nomor gelombang, dan tanggal tutup. Tangkapan layar dari orang lain tidak menggantikan halaman yang Anda buka sendiri.

Bila yang tampil adalah keterangan akun, artikel, atau pengumuman lama, tidak ada formulir yang perlu diisi hari itu. Simpan halaman itu sebagai catatan bahwa gelombang belum dibuka. Mengisi "prapendaftaran" di situs lain tidak mempercepat seleksi yang belum ada.

Bila suatu saat dasbor menampilkan gelombang baru, tombol yang dipakai peserta yang sudah punya akun, menurut penjelasan manajemen pelaksana, adalah Gabung Gelombang pada bagian info gelombang. Tombol itu ada di dalam akun prakerja.go.id, bukan di formulir Google dan bukan di bot Telegram.

Urutan yang dulu diterbitkan, hanya bila gelombang tampil

Laman bantuan Kementerian Ketenagakerjaan memuat urutan daftar yang terakhir diperbarui pada 2023. Urutan itu dipakai hanya ketika situs resmi memang sedang membuka pendaftaran. Selama gelombang tidak tampil, langkah ini tidak dijalankan di situs tiruan.

  1. Buat akun dengan surel dan kata sandi di prakerja.go.id.
  2. Verifikasi dengan NIK 16 digit, nomor Kartu Keluarga 16 digit, dan tanggal lahir.
  3. Isi data diri, unggah foto e-KTP, dan ikuti pemindaian wajah yang diminta halaman itu, termasuk mengedip bila layar memintanya.
  4. Jawab pertanyaan alasan mengikuti program, minat pelatihan, dan keterampilan.
  5. Verifikasi nomor ponsel yang aktif.
  6. Isi pernyataan sesuai keadaan Anda, lalu ikuti tes kemampuan dasar bila tes itu yang tampil.

Foto KTP dan kedipan wajah hanya dilakukan di halaman yang alamatnya prakerja.go.id. Halaman yang meniru warna situs, tetapi domainnya berbeda, tidak menerima kedua berkas itu. Dinas tenaga kerja dapat mendampingi orang yang kesulitan internet. Pendampingan itu terjadi di kantor dinas, bukan dengan mengirim KTP ke nomor yang mengaku petugas.

Insentif lama bukan saldo hari ini

Program yang berjalan pada 2020 sampai 2024 punya skema pelatihan dan insentif yang ditetapkan untuk gelombang masing-masing. Besaran itu tidak otomatis berlaku untuk tahun yang belum dibuka. Unggahan yang mengunci angka, lalu menyuruh daftar hari ini, memakai angka sebagai umpan.

Peserta gelombang lama yang masih punya pelatihan atau insentif yang belum selesai melihat statusnya di dasbor akun sendiri. Status di dasbor tidak dipindahkan oleh admin chat. Bila akun tidak bisa masuk, pemulihan sandi ada di situs resmi. Membuat akun baru di situs lain tidak menyambung saldo lama.

Kartu Prakerja juga bukan PKH, bukan PIP, dan bukan BSU. Status penerima bansos di cekbansos.kemensos.go.id tidak membuka gelombang pelatihan. Sebaliknya, akun Prakerja tidak membuat nama masuk daftar bansos.

Yang ditolak sebelum surel diketik

  • Biaya daftar, biaya prioritas, atau biaya cairkan insentif.
  • Permintaan kode SMS, PIN bank, atau foto KTP lewat WhatsApp dan Telegram.
  • Grup yang mengaku "admin resmi gelombang 2026".
  • Lowongan yang menggandeng nama Prakerja, lalu meminta transfer untuk seragam atau administrasi.
  • Situs dengan ejaan mirip yang tidak berakhiran prakerja.go.id.

Pembuatan akun di situs resmi, pada saat gelombang memang dibuka, tidak memakai transfer ke rekening pribadi. Pembayaran yang sah untuk program, bila nanti ada, tampil di dalam dasbor, bukan sebagai kode QR pedagang.

Ringkas sebelum mengetuk tautan

  1. Ketik sendiri prakerja.go.id. Abaikan tautan Facebook, Telegram, dan domain my.id.
  2. Baca apakah ada gelombang yang sedang dibuka. Sampai 26 Oktober 2026, gelombang terakhir yang diumumkan resmi adalah Gelombang 71 pada Agustus 2024.
  3. Jangan isi NIK, Kartu Keluarga, atau nomor ponsel di luar situs itu.
  4. Abaikan janji insentif dengan angka pasti yang dipasang bersama tombol "dibantu daftar".
  5. Bila dasbor nanti menampilkan gelombang baru, ikut tombol Gabung Gelombang di dalam akun, lalu ikuti urutan di halaman itu.
  6. Kesulitan internet ditanyakan ke dinas tenaga kerja, dengan Anda yang datang, bukan dengan mengirim foto KTP.

Diperiksa pada 26 Oktober 2026. Status gelombang mengikuti pengumuman di prakerja.go.id pada hari Anda membuka situs. Transisi ke Kementerian Ketenagakerjaan tidak digantikan oleh formulir yang beredar di media sosial.

Artikel terkait

Rekomendasi