Dalam menjalankan misi kemanusiaan ini, sejak gempa terjadi, BIN telah mendirikan Posko Bantuan di jalan lintas Labuan – Cianjur, tepatnya di Desa Cijedil, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jabar.
Dari lokasi yang inilah Tim Kemanusiaan BIN menyalurkan bantuan logistik ke desa-desa terdampak gempa Cianjur. Di posko ini juga BIN menampung setidaknya 300 pengungsi di tenda-tenda yang terus bertambah.
Kegiatan lain yang dilakukan oleh BIN, ungkap Prabawa Ajie adalah berusaha untuk memberikan trauma healing kepada anak-anak korban gempa bumi Cianjur.
Bukan hanya memberikan bantuan berupa mendirikan posko dan bantuan logistik hingga layanan kesehatan semata, BIN juga memperhatikan segala aspek hingga termasuk ke psikologis para anak korban bencana.
Dengan adanya pemberian trauma healing yang terus diupayakan oleh tim di posko dan dibantu dengan Mapala, mampu untuk menjadikan anak-anak korban gempa ini menjadi anak yang jauh lebih kuat, tahan dan cerdas kelak di kemudian hari. Pasalnya memang tidak bisa dipungkiri bahwa mereka setelah melihat rankaian peristiwa memilukan itu juga memiliki trauma.
Ajie mengungkapkan harapan besarnya dengan dilakukannya trauma healing supaya anak-anak mampu melupakan peristiwa kelam yang telah mereka alami ini. Bahkan ke depan, berbagai macam upaya, termasuk pemberian trauma healing kepada anak-anak juga akan terus diintensifkan oleh BIN dalam rangka memberikan yang terbaik.
Tentunya dengan tujuan ingin memberikan yang terbaik bagi seluruh korban gempa bumi Kabupaten Cianjur, maka dari itu BIN bahkan sampai melakukan penyisiran ke seluruh warga hingga menyalurkan bantuan secara langsung hingga ke desa yang letaknya terisolir. (*)
*) Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute














