Dengan kondisi yang serba sulit tersebut, pihak Badan Intelijen Negara (BIN) langsung bergerak dengan sangat sigap dalam upaya untuk bisa membantu para korban terdampak gempa bumi di Cianjur.
Terkait hal tersebut, Deputi VII BIN, Prabawa Ajie menyatakan bahwa pihaknya langsung terjun ke Desa Wonokerto untuk bisa memberika bantuan kemanusiaan secara langsung tanpa perantara.
Menurut Prabawa Ajie, Desa Wonokerto merupakan salah satu wilayah terdampak gempa bumi yang bisa dikatakan sangat memprihatinkan. Hal tersebut dikarenakan sampai saat ini wilayah itu masih sangat minim mendapatkan bantuan. Beberapa bantuan dari pemerintah memang suda disalurkan, namun skalanya sangat kecil.
Untuk bisa menuju ke Desa Wonokerto, Tim Kemanusiaan dari BIN harus bisa saling bahu-membahu karena mereka melewati jalan-jalan yang kecil dan juga licin untuk menjangkau letak desa tersebut karena memang letaknya yang cukup terisolir. Tentunya kerja keras yang dilakukan oleh seluruh tim kemanusiaan ini patut untuk mendapatkan apresiasi yang begitu besar.
Deputi VII BIN menambahkan, saat dirinya dan tim berhasil mencapai di titik lokasi Desa Wonokerto, ternyata masih terdapat kondisi lain yang memprihantinkan, yakni pada saah satu wilayah di desa tersebut, yakni di RT 1 RW 1 terdapat sebuah tempat pengungsian yang dibuat sendiri oleh para warga setempat dengan seadanya dan bertempat di tengah sawah.
Hal ini mendorong rasa empati yang sangat tinggi untuk segera membantu para korban gempa secara semaksimal mungkin. Terlebih, memang terdapat perintah secara langsung dari Kepala BIN, Jend Pol (Purn) Budi Gunawan kepada semua jajarannya untuk bisa tampil di depan dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
Ajie mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar terus berupaya memberikan bantuan kemanusiaan kepada desa-desa terdampak gempa Cianjur yang terisolir. Ajie juga berharap, semua korban bencana ini bisa mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.














