Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Hukum & Kriminal · 8 Apr 2022 21:56 WIB ·

Tawarkan Kepastian Hukum, Indonesia Jadi Tujuan Utama Investasi Global


 Tawarkan Kepastian Hukum, Indonesia Jadi Tujuan Utama Investasi Global Perbesar

Oleh : Fathya Meidiana

Indonesia harus menjadi negara tujuan para investor untuk berinvestasi, dengan adanya hal ini tentu saja pemerintah tidak bisa tinggal diam lalu menunggu investor datang, tetapi Indonesia juga harus mampu menawarkan kepastian hukum agar para investor semakin tertarik untuk datang ke Indonesia.

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) menyambut baik berbagai rencana investor global untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satunya adalah Tesla Inc yang merupakan pabrik kendaraan listrik asal Amerika Serikat (AS) untuk proyek power bank raksasa atau energy storage system (ESS). Perlu diketahui, bahwa Tesla kembali menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Indonesia setelah dua tahun lalu sempat membatalkan rencananya.

Arsjad Rasjid selaku Ketua Umum KADIN mengatakan, saat ini Indonesia memang tengah menjadi salah satu negara tujuan investasi. Dalam dua tahun terakhir saja atau selama Pandemi Covid-19, arus investasi ke Indonesia tetap tumbuh. Di 2020 realisasi investasi tercatat senilai Rp 826,3 triliun, tumbuh 2.06% (yoy). Sementara di 2021 tumbuh 9,0% (yoy) menjadi Rp 901,02 triliun. Bahkan, dari data tersebut, investasi asing tahun bertumbuh paling besar, yaitu 10% (yoy) atau Rp 454 triliun. Sementara di tahun ini, pemerintah menargetkan dapat merealisasikan investasi sebesar Rp 1.200 triliun.

BACA JUGA : UU Cipta Kerja Ciptakan Iklim Investasi Kondusif

Arsjad menuturkan, peluang untuk bisa mencapai ke angka tersebut bukanlah hal yang mustahil, apalagi ada dua momen potensial bagi Indonesia, di mana negara ini menjadi Presidensi G20 dan Business 20 (B20). Indonesia merupakan negara satu-satunya di ASEAN yang bisa menjadi tuan rumah perhelatan G20-B20. Hal ini tentu saja tidak akan disia-siakan untuk menarik minat Investasi di segala bidang. Untuk B20, KADIN ditunjuk sebagai penyelenggara yang akan memimpin forum tersebut.

BACA JUGA   Kompleksitas Tantangan Bayangi Guru Indonesia; Refleksi HGN Ke-80

Prioritas yang diusung dalam B20 juga sejalan dengan tema prioritas G20, yaitu kemajuan inovatif, inklusif dan pertumbuhan kolaboratif. Khusus untuk forum B20, Arsjad mengatakan akan membuat Indonesia berkesempatan mendapatkan kepercayaan dari komunitas global dan menumbuhkan pusat investasi di kawasan Asia Tenggara.

B20 adalah ajang dan forum dialog yang sangat strategis karena mempertemukan perusahaan papan atas yang memiliki kredibilitas tinggi dari negara-negara anggota G20 untuk bisa berinvestasi di Indonesia. Investasi yang didorong terutama ialah yang berbasis inovasi dan kolaboratif untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada tahun sebelumnya, sejumlah perusahaan telah mengumumkan akan melaksanakan investasi berbasis inovasi di Indonesia. Contohnya investasi dari konsorsium Hyundai Motor Company-LG Energy Solution senilai USD 1,1 miliar untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik. Investasi ini bahkan telah dimulai dengan pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat. Pada segmen ini, pemerintah juga telah mengantongi komitmen investasi dari Hon Hai Precision Industry alis Foxconn.

BACA JUGA : Pemerintah Berikan Berbagai Keunggulan Berinvestasi

Begitu juga di sektor batubara, pada November 2021 Menteri Investasi Bahlil Lahadalia berhasil mengunci komitmen investasi senilai USD 15 Miliar dari Air Products and Chemical Inc dari Uni Emirat Arab. Kesepakatan investasi megaproyek ini berupa pendirian fasilitas gasifikasi untuk konservasi batubara bernilai rendah menjadi produk kimia bernilai tambah tinggi seperti dimethyl ether, methanol dan bahan kimia lainnya.

Kemudian Philip Morris Internasional melalui perusahaan afiliasinya PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) pada November 2021 lalu juga mengucurkan USD 166,1 juta untuk berinvestasi membangun fasilitas produksi produk tembakau yang dipanaskan yang juga berbasis inovasi dan riset. Fasilitas produksi yang dijadwalkan akan beroperasi pada kuartal 4 2022 tersebut akan memenuhi permintaan pasar dalam negeri maupun ekspor di kawasan Asia Pasifik.

BACA JUGA   Komitmen Pemerintah Reformasi Struktural untuk Mempermudah Investasi

Investasi berbasis inovasi lain yang harus diakselerasi adalah teknologi digital. Oleh karena itu KADIN sangat mendukung penuh investasi berbasis teknologi digital tersebut. Di Tahun 2025, nilai pertumbuhan ekonom digital diproyeksikan dapat mencapai USD 146 miliar. Investasi yang berbasis inovasi akan menjadi penting karena hal ini akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

Investasi mampu menawarkan berbagai perkembangan serta kemajuan di sektor ekonomi, hal ini dikarenakan investasi akan menimbulkan multiplier effect seperti salah satunya adalah terserapnya tenaga kerja, sehingga hal ini akan semakin mengurangi angka pengangguran di Indonesia. *

)* Penulis adalah Kontributor Pertiwi Institute

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kolaborasi Untirta–Polda Banten Perkuat Implementasi Perlindungan Perempuan dan Anak

29 April 2026 - 18:59 WIB

400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO, AMSY Usulkan Film Layar Lebar

29 April 2026 - 14:52 WIB

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

BLT Ditengah Bisingnya Informasi

5 April 2026 - 12:02 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Dominasi Penerimaan Pajak Digital, Setor Rp37,40 Triliun

2 April 2026 - 13:29 WIB

Trending di Ekonomi