Oleh : Fauzan Dardiri
Perkembangan kasus Pandemi Covid-19, seperti terlahir kembali (reborn). Persis di awal bulan Juni terjadi penurunan jumlah kasus Covid-19. Sontak semua rencana hadir di tengah seluruh lapisan masyarakat (optimisme).
Optimisme saja tak cukup ternyata. Penerapan protokol kesehatan. Mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak (3M) diabaikan. Terlebih, adanya program vaksinasi yang masih menyisakan penolakan.
Uporia berlebih, yang mengakibatkan prilaku abai membuat pandemi Covid-19 Reborn. Pertengahan Juni 2021 kasus pandemi Covid-19 mengalami peningkatan drastis.
Setelah dicabutnya larangan mudik oleh pemerintah menjadi penyebab utamanya. Pergerakan masyarakat dari daerah satu ke daerah lainnya tak lagi bisa dihindari. (Cluster Covid-19)
Tak percaya, berdasarkan data KPC PEN per Sabtu, 19 Juni 2021 total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1,98 Juta jiwa. Pasien sembuh 1,79 juta, pasien meninggal dunia 54,3 ribu orang.
Merawat relasi tatap muka dan bercengkrama lewat media sosial, tak membuat tiap individu puas. Rasa kangen yang berlebih menghilangkan rasa takut terhadap Virus Covid-19.
Meski di tengah krisis keteladan, nilai, pengalaman dan kebijakan. Bahkan, seringkali terjadi kontradiksi antara moralitas personal dan moralitas publik dari para pemimpin.Tak membuat kita semua harus terkapar.
Semua ajaran agama dalam menghadapi situasi wabah, ada dua hal yang dilakukan. Pertama berdo’a. Kedua, berusaha (Ikhtiar) bersama (Kesadaran Kolektif) melawan kondisi pandemi Covid-19. (*)
*) Penulis adalah Founder Amis Jambu Syndrome














