Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Daerah · 16 Apr 2026 10:19 WIB ·

Dinkes Kota Serang Intensifkan Intervensi, Tekan Angka Stunting Bertahap


 Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hasanudin (Ist) Perbesar

Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hasanudin (Ist)

SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Kesehatan terus mengintensifkan berbagai program penanggulangan stunting sebagai upaya meningkatkan kualitas generasi masa depan. Berbagai intervensi dilakukan secara terukur, mulai dari masa kehamilan hingga anak usia balita.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Ahmad Hasanudin, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru tahun 2026, angka stunting masih menjadi perhatian serius di sejumlah kecamatan.

“Jika dilihat per kecamatan, kasus stunting tertinggi berada di Kecamatan Kasemen sebanyak 766 kasus, disusul Kecamatan Serang 402 kasus, Kecamatan Taktakan 284 kasus, Kecamatan Walantaka 325 kasus, Kecamatan Cipocok Jaya 57 kasus, dan Kecamatan Curug 16 kasus,” ujarnya, Jumat 10 April 2026.

Menurutnya, dinamika angka stunting sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kelahiran baru dan anak yang telah melewati usia balita. Meski demikian, upaya penurunan terus dilakukan melalui berbagai program intervensi, salah satunya melalui pendekatan MBG (Ibu Hamil, Bayi, dan Balita).

“Stunting bukan penyakit yang muncul secara instan. Ini merupakan kondisi yang terbentuk dalam jangka panjang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Oleh karena itu, intervensi harus dilakukan sejak dini,” ujarnya.

Ia menambahkan, fokus utama penanganan stunting berada pada pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Pasalnya, masa tersebut merupakan periode emas yang sangat menentukan tumbuh kembang anak.

Sebagai bentuk komitmen, Dinas Kesehatan Kota Serang telah menjalankan berbagai program strategis, di antaranya rujukan balita stunting, rujukan balita gizi buruk, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.

Selain itu, upaya lain yang dilakukan meliputi pemantauan status gizi, pemberian makanan tambahan (PMT) lokal bagi balita berisiko stunting, distribusi kapsul vitamin A, hingga pemantauan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) bagi anak usia 6 hingga 23 bulan.

BACA JUGA   Jelang AFF 2022, Pemain Timnas  Indonesia Kekurangan Fisik, Ini Penjelasannya

Menurutnya, melalui berbagai program tersebut, ia optimistis angka stunting dapat terus ditekan secara bertahap. Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang. (ADV)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

UPA Perpustakaan Untirta Gelar Bedah Buku ‘Baduy Masyarakat 1001 Tabu’ Karya Uday Suhada

16 April 2026 - 08:21 WIB

Perkuat Ekosistem JKN, BPJS Kesehatan Bangun Sinergi dengan Posbankum

9 April 2026 - 08:16 WIB

Untirta dan Bank Indonesia Jalin Kerja Sama dan Perkuat Sinergi melalui Kick Off Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan 2026

8 April 2026 - 14:03 WIB

Suwaib Amiruddin Terpilih Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Banten 2026-20231 : Pramuka Siap Sulap Sampah Pasar Jadi Pupuk Pertanian

8 April 2026 - 09:58 WIB

Bikers Brotherhood 1% MC Banten Chapter gelar Mandatory Run 1 dan Halal Bihalal

4 April 2026 - 18:20 WIB

Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Dominasi Penerimaan Pajak Digital, Setor Rp37,40 Triliun

2 April 2026 - 13:29 WIB

Trending di Ekonomi