Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Nasional · 14 Apr 2022 21:26 WIB ·

Prospek Agenda Reformasi : Amandemen UUD 1945 di Indonesia dalam Bidang Politik dan Ekonomi Ditinjau Berdasarkan Historis


 Prospek Agenda Reformasi : Amandemen UUD 1945 di Indonesia dalam Bidang Politik dan Ekonomi Ditinjau Berdasarkan Historis Perbesar

Oleh karena itu, pada pemerintahan Soeharto dapat dikatakan sebagai pemimpin yang memimpin negara selama yang ia inginkan. Jika padasaat itu tidak adanya amndemen UUD 1945 maka juga akan membuat pemimpin di masa sleanjutnya melakukan hal yang sama.

Akan tetapi, jika melihat prospek agenda reformasi amandemen UUD 1945 saat ini begitu berbanding balik, dimana banyak kaum elite politik yang justru membangkitkan dinasti orde baru.

Berawal dari kondisi politik Indonesia yang saat ini sedang mengalami gejolak menyebabkan terjadinya krisis didalam bidang ekonomi, hal tersebut dapat dilihat yang beru-beru ini sedang terjadi yakni adanya aksi gerakan mahasiswa yang melakukan demostrasi besar-besaran dari seluruh wilayah tanah air pada tanggal 11 April 2022 kemarin.

Adapun tuntutan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam aksi demostrasi meliputi menolak kenaikan Harga BBM, menolak kenaikan harga Bahan Pokok, serta menolak kenaikan PPN 11 persen.

Salah satu agenda reformasi yang direncanakan yakni dalam bidang politik, terutama yang berkaitan dengan adanya penundaan pemilu dan amandemen UUD 1945.

Dimulai dari agenda reformasi dalam bidang politik yang berkaitan dengan penundaan pemilu serta adanya rencana untuk memperpanjang masa jabatan tiga periode yang diusulkan oleh sejumlah elite partai.

BACA JUGA : Berikut 10 Rekomendasi PB HMI untuk Pemerintah Usai Menggelar Pleno I di Bogor

Wacana dari pemerintah terkait hal tersebut mendapatkan pro dan kontra dari berbagai kalangan. Banyak yang mengecam perihal wacana tersebut karena dianggap akan merusak demokrasi, karena berdasarkan historisnya pemilu dilaksanakan secara kontinu setiap tahunnya kecuali adanya penundaan pemilu ditahun 1968 oleh Presiden Soeharto sehingga menyebabkan penyelenggaraan selanjutnya tidak kondusif dan membludak.

Sehingga untuk agenda reformasi terkait dengan Amandemen UUD 1945 sudah berjalan akan tetapi belum secara maksimal.

BACA JUGA   Mitigasi Berlapis Hadapi Omicron

Selanjutnya agenda reformasi mengenai adanya perpanjangan masa jabatan 3 periode. Walaupun hal tersebut juga masih dalam wacana akan tetapi berita tersebut sudah menyebar secara luas keberbagai kalangan masyarakat.

Wacana tersebut tentunya mendapat penolakan dari seluruh kalangan masyarakat, karena termasuk pada pengubahan amandemen UUD 1945 yang dianggap sebagai upaya untk membajak rencana PPHN.

Artikel ini telah dibaca 237 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO, AMSY Usulkan Film Layar Lebar

29 April 2026 - 14:52 WIB

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Serang Jenguk Warga Sakit di Puri Citra Pipitan

29 April 2026 - 11:09 WIB

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

BLT Ditengah Bisingnya Informasi

5 April 2026 - 12:02 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Dominasi Penerimaan Pajak Digital, Setor Rp37,40 Triliun

2 April 2026 - 13:29 WIB

Trending di Ekonomi