Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Ekonomi · 3 Des 2020 12:29 WIB ·

UU Cipta Kerja Gairahkan Industri E-Commerce


 UU Cipta Kerja Gairahkan Industri E-Commerce Perbesar


Oleh : Raditya Rahman

Keberadaan UU Cipta Kerja diprediksi akan memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia yang sempat jatuh pada awal pandemi. Ada klaster investasi yang akan memotivasi para penanam modal untuk masuk ke Indonesia. Mereka akan berinvestasi dan juga bekerja sama dengan pengusaha e-commerce, agar naik kelas jadi unicorn.

Pasar online pada masa pandemi makin ramai, karena banyak orang yang memilih untuk belanja di sana daripada di pasar tradisional. Saat ini ada banyak e-commerce di Indonesia yang menjual berbagai kebutuhan, mulai dari beras, minyak. gula, kue kering, hingga celana panjang. Namun sayang mereka ada yang sempat goyah karena kekurangan modal.

UU Cipta Kerja akan jadi penyelamat, karena memberi efek domino yang positif. Ketika UU dan aturan turunannya dilaksanakan, maka investor akan dipermudah untuk masuk ke Indonesia. Sebenarnya sejak dulu mereka akan masuk, namun terkendala hyper-regulation alias aturan yang berlebihan dan kadang terasa dibuat-dibuat. Aturan yang aneh ini akan dihapus oleh UU Cipta Kerja.

Para investor asing juga senang karena birokrasi di negeri ini dipangkas, sehingga aturanya tak lagi membingungkan. Masalah perizinan juga dipermudah dan dipercepat, hanya maksimal 7 hari sudah jadi. Investor tak lagi melirik negara tetangga, namun pergi ke Indonesia dengan lega.

Ketika investor masuk, maka mereka akan menanamkan modal ke perusahaan lokal.
Salah satu jenis bisnis lokal yang bagi para investor potensial adalah perusahaan e-commerce. Karena saat ini pasar beralih ke dunia maya, dan banyak orang merasa lebih mudah untuk belanja online daripada harus ke supermarket. Ketika penanam modal memberi dana kepada perusahaan e-commerce lokal, ia akan makin berkembang.

Sebenarnya sudah ada beberapa perusahaan e-commerce yang punya backing investor asing. Mereka makin maju karena diberi suntikan dana, sehingga bisnisnya makin berkembang, bahkan sudah level unicorn. Unicorn adalah sebutan bagi usaha start up yang sudah punya valuasi lebh dari 1 juta dollar.

BACA JUGA   Tindak Tegas Pemotong Dana Bansos Covid-19

Masih ada banyak perusahaan e-commerce yang dikelola oleh warga negara Indonesia dan memiliki potensi besar, namun sayang mereka masih terkendala permodalan. Jika ada investor asing, maka pebisnis e-commerce bisa melakukan promosi lebih banyak agar memperlancar usahanya. Karena membuat aplikasi, situs, dan akun media sosial tidaklah cukup.

Untuk membuat usahanya maju, maka perlu pengorbanan uang, misalnya dengan memberi promo gratis ongkos kirim. Tentunya dengan syarat pembelian barang dengan nominal tertentu. Banyak orang akan tertarik dan meng-install aplikasi e-commerce tersebut, karena tergiur promo free ongkir. Istilahnya adalah ‘bakar duit’, karena pengusaha berani rugi untuk mendapat keuntungan.

Selain itu, jika ada suntikan modal dari investor, pengusaha e-commerce bisa berinovasi dengan bisnisnya. Aplikasi yang ada tak hanya sekadar untuk berbelanja online, namun juga ada game, ada sesi menyiram tanaman berhadiah koin yang bisa ditukar dengan voucher, undian berhadiah, dsb. Pembuatan aplikasi itu tentu butuh biaya yang cukup tinggi.

Masyarakat tak perlu takut karena investor masuk, bukan berarti akuisisi 100%. Mereka menanam modal dan jadi pemilik saham mayoritas, namun pemilik bisnis asli masih bisa mengendalikan usahanya. Jadi, investasi asing bukanlah penjajahan modern, melainkan sebuah kerja sama yang saling menguntungkan antara 2 orang pengusaha.

Keberadaan investor asing membawa banyak dampak positif terhadap pengusaha e-commerce asli Indonesia, karena bisa menambah modal dan mengembangkan usahanya. Siapa tahu nanti kelak akan naik ke level Unicorn yang membanggakan, dan jadi perusahaan besar. Dunia bisnis di Indonesia akan makin semarak karena e-commercenya makin maju.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiwa Cikini

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

BLT Ditengah Bisingnya Informasi

5 April 2026 - 12:02 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Dominasi Penerimaan Pajak Digital, Setor Rp37,40 Triliun

2 April 2026 - 13:29 WIB

Penerimaan Pajak Kanwil DJP Banten Tumbuh 12,65 Persen hingga Februari 2026

1 April 2026 - 16:19 WIB

Pesta Rakyat Perdana di Monas: Produk Ekraf Banten Tembus 14.000 Paket

30 Maret 2026 - 11:52 WIB

Trending di Ekonomi