Meskipun persetujuan dokter harus dicari sebelum memulai kebijakan aktivitas fisik dan olahraga baru, terutama untuk orang dewasa dengan kondisi kronis atau masalah kesehatan (Elsawy & Higgins, 2010), penelitian menunjukkan bahwa bahkan orang dewasa yang lemah mendapatkan manfaat fisik dari olahraga (McPhee et al., 2016).
The American Heart Association (2018) merekomendasikan agar orang dewasa berpartisipasi dalam 150 menit per minggu untuk olahraga sedang, seperti jalan cepat atau berkebun, aktivitas fisik yang cenderung disukai oleh orang dewasa.
Mengingat peningkatan risiko komplikasi kesehatan dari COVID-19 pada populasi lansia, dan potensi olahraga untuk meningkatkan perlindungan imunologis dari penyakit pernapasan akibat virus, penting bagi parktisi olahraga rekreasi untuk memfasilitasi aktivitas fisik lansia.Selain aktivitas fisik, aktivitas sosial dikaitkan dengan kesehatan dan kesejahteraan lansia. Ada efek penjegahan dari keterlibatan sosial dan manfaat ini berlanjut hingga kehidupan selanjutnya.
Kegiatan sosial orang dewasa dikaitkan dengan penurunan angka kematian di atas dan di luar kegiatan rekreasi lainnya. Kegiatan sosial memberikan efek menghindari stres, dan integrasi sosial mendorong keadaan psikologis yang positif, pada gilirannya, meningkatkan respons fisiologis positif pula(Cohen, 2004).
Temuan ini menunjukkan pentingnya menjaga koneksi dan ikatan sosial selama COVID-19. Selain itu, koneksi sosial dan dukungan sosial meningkatkan kepatuhan olahraga pada orang dewasa (Smith et al., 2017).
Dengan cara ini, keterkaitan antara waktu luang sosial dan aktivitas fisik dapat memperkuat dan memberikan manfaat “nilai tambah”.














