Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Ekonomi · 11 Jul 2022 23:38 WIB ·

KTT G20 Momen Penting Atasi Krisis Global


 KTT G20 Momen Penting Atasi Krisis Global Perbesar

Oleh : Safira Juliana

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) di Bali, Indonesia pada 15-16 November 2022 akan menjadi momen penting untuk mengatasi krisis global. Pada KTT G20 ini, Indonesia bertindak sebagai pemimpin atau presidensi menggantikan Italia sejak 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022 mendatang.

KTT G20 adalah forum internasional yang fokus pada koordinasi kebijakan di bidang ekonomi dan pembangunan. Anggota G20 adalah negara-negara yang merepresentasikan kekuatan ekonomi dan politik dunia. KTT G20 berawal sebagai pertemuan di Tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral, pada tahun 1999. Pertemuan ini semakin intens dan menjadi agenda KTT Tahunan yang diikuti oleh Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan setiap Negara Anggota G20.

Tahun ini dunia tengah mengalami krisis pasca Pandemi Covid-19, dan terjadinya konflik antara Rusia-Ukraina. KTT G20 dapat menjadi solusi tepat untuk menyelesaikan krisis global yang melanda banyak negara di dunia saat ini.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo yang bertindak sebagai ketua presidensi G20 dalam kunjungannya menghadiri KTT G7 di Jerman. Presiden mengatakan bahwa Indonesia akan mendorong, mengajak negara-negara G7 untuk bersama-sama mengupayakan perdamaian di Ukraina dan juga secepat-cepatnya mencari solusi dalam menghadapi krisis pangan, krisis energi yang sedang melanda dunia. Presiden melanjutkan bahwa upaya ini tidak mudah, namun Indonesia akan terus berupaya yang terbaik.

Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen juga mengungkapkan hal yang senada dengan Presiden Joko Widodo. Dirinya menuturkan bahwa KTT G20 dapat menjadi kesempatan bagi negara anggota untuk berbicara langsung dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin mengenai konflik negaranya dengan Ukraina.
KTT G20 tidak hanya penting bagi negara-negara maju, melainkan juga untuk negara-negara berkembang. Karena dalam KTT G20 banyak kerjasama yang bisa dibahas oleh para pemimpin negara anggota.

BACA JUGA   Pilkada Serentak 2020; Tantangan Partisipasi

Kerjasama antar negara kumpulan ekonomi utama dunia dapat memiliki kekuatan politik dan ekonomi, serta memiliki kapasitas untuk mendorong pemulihan pasca Covid-19. KTT G20 juga dapat menjadi cara untuk mencegah rakyat negara-negara berkembang dan berpenghasilan rendah jatuh ke jurang kemiskinan ekstrem dan kelaparan.

Sebagai Presidensi G20, Indonesia mengusung tema Recover Together, Recover Stronger yang bermakna pulih bersama, dan bangkit perkasa. Dengan tema ini Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untuk bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Semoga KTT G20 dapat menjadi cara jitu bagi Indonesia dan setiap negara anggota untuk bangkit mengatasi segala krisis global yang melanda dunia saat ini. Kelak kita harap kehidupan dunia dapat lebih tentram dan damai, tanpa peperangan dan Covid-19. (*)

)* Penulis adalah Kontributor untuk Pertiwi Institute

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

BLT Ditengah Bisingnya Informasi

5 April 2026 - 12:02 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Dominasi Penerimaan Pajak Digital, Setor Rp37,40 Triliun

2 April 2026 - 13:29 WIB

Penerimaan Pajak Kanwil DJP Banten Tumbuh 12,65 Persen hingga Februari 2026

1 April 2026 - 16:19 WIB

Pesta Rakyat Perdana di Monas: Produk Ekraf Banten Tembus 14.000 Paket

30 Maret 2026 - 11:52 WIB

Trending di Ekonomi