Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Kesehatan · 27 Mei 2021 12:52 WIB ·

Tanpa Dukungan Masyarakat, Penyebaran Virus Corona akan Terus Terjadi


 Tanpa Dukungan Masyarakat, Penyebaran Virus Corona akan Terus Terjadi Perbesar

Oleh: Cintya Dewi

Pemerintah melaksanakan sejumlah program untuk mencegah dampak pandemi semakin meluas yang membutuhkan dukungan dari seluruh kementerian/lembaga maupun dari partisipasi masyarakat.  Perlu untuk saling menguatkan satu sama lain dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Dukungan masyarakat terhadap Pemerintah juga tak kalah penting, terutama bagi tenaga kesehatan agar tetap semangat berjuang di garda depan penanganan pasien Virus Corona. 

Dukungan masyarakat juga diperlukan untuk menumbuhkan kembali harapan baru bagi pasien yang telah sembuh dari Covid-19. Termasuk semangat dari pasien sembuh Covid-19 itu sendiri, sehingga masyarakat bisa ikut memberi dukungan agar mereka bisa kembali beraktivitas seperti semula tanpa ada stigma negatif. 

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monardo mengatakan percepatan penanganan Virus Corona membutuhkan peran serta semua pihak. Oleh karenanya, mematuhi protokol kesehatan dengan melakukan prokes 3M, yaitu mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak aman menjadi salah satu langkah nyata untuk memutus rantai penyebaran tersebut. 

Selain itu, para tokoh ulama, tokoh masyarakat atau siapapun dapat menunda segala bentuk aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan sehingga melanggar protokol kesehatan. Dukungan masyarakat menjadi hal terpenting dalam penanganan Covid-19.

Oleh karenanya, dibutuhkan upaya bersama dalam adaptasi perubahan perilaku di masa pandemi Covid-19 sesuai anjuran pemerintah. Selain itu, untuk menekan jumlah kasus Covid-19 jika melihat kondisi saat ini, diperlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat agar benar-benar menjalankan larangan kerumunan massa. Penting juga untuk para pemimpin di daerah untuk tegas dalam menjalankan dan menyosialisasikan disiplin protokol kesehatan, karena disiplin prokes bagi pemerintah adalah bagian dari melindungi rakyat Indonesia.

Kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam menanggulangi pandemi Covid-19 akan berdampak positif terhadap percepatan pemulihan keseluruhan sektor kehidupan di Indonesia, termasuk sektor sosial masyarakat, kesehatan, pendidikan, hingga sektor ekonomi.

BACA JUGA   Mengoptimalkan Ruang Keterbukaan Informasi Publik Melalui Literasi

Pembatasan Pergerakan Penyekatan mudik lebaran akan diperpanjang sampai 31 mei 2021. Masyarakat diminta untuk menurut dan tidak melawan petugas yang berjaga di perbatasan, karena tujuannya baik. Hal ini lebih bagi guna menghindari penularan corona karena ada mobilitas massal, lebih baik mencegah pergerakan warga dengan tegas.

Pasca lebaran, banyak masyarakat yang masih ngotot ingin mudik. Apalagi ketika larangan untuk pulang kampung hanya berlaku sampai 17 mei 2021, merekapun ingin cuti dan mudik lebaran yang tertunda. Akan tetapi, mereka harus bersabar lagi karena larangan mudik diperpanjang. Tak hanya sampai 24 mei, tetapi juga sampai 31 mei 2021.

Irjen Fadil Imran, Kapolda Metro Jaya, meminta Bhabinkamtimbas di seluruh jajaran Polres hingga Polsek aktif mendata warga yang kembali maupun pendatang baru untuk mencegah penyebaran corona. Penyekatan memang diperpanjang sampai 31 mei dan belum ada perintah lanjutan untuk menghentikan penyekatan.

Sehingga aparat akan terus berjaga, tak hanya di jalan tol dan jalan antar kota/provinsi, tetapi juga sampai ke jalan tikus. Semua dilakukan bukan berarti aparat menakuti warga, karena polisi sejatinya adalah sahabat rakyat. Justru penjagaan ketat ini demi kesehatan mereka, agar tidak kena corona atau menularkan virus covid-19 ke kampungnya masing-masing.

Ada beberapa pihak yang kecewa karena batal mudik, tetapi diharap sabar. Karena ingat saat ini masih pandemi. Pergerakan massal seperti pulang kampung dilarang karena bisa meningkatkan jumlah pasien corona. Buktinya ketika jelang lebaran yang lalu, pemudik yang nekat dan tertangkap harus dites rapid dan hasilnya 4.000 orang positif corona.

Bayangkan jika larangan mudik tidak diperpanjang, maka bisa jadi akan ada ribuan pasien corona lagi yang harus mondok di Rumah Sakit. Jika terus begini, kapan pandemi akan selesai? Sabarlah dan jangan menyalahkan keputusan pemerintah, karena mereka memutuskan peraturan ini demi keselamatan rakyatnya. 

BACA JUGA   Perpanjangan PPKM untuk Redam Kasus Corona

Irjen Fadil Imran menambahkan, jajaran anggota Polri tetap mewaspadai penyebaran corona di masa arus balik. Polisi diminta turun ke lapangan untuk mengawasi penerapan 3T di lingkungan masyarakat (tracing, treatment, and testing). Ketika masyarakat masih nekat mudik sebelum tanggal 31 mei, maka kan diadakan lagi tes rapid acak, agar mereka diketahui reaktif covid atau tidak. 

Selain itu, juga harus dilakukan tracing untuk menelusuri siapa saja yang kontak dengan mereka yang positif covid dan juga pengobatan agar virus tak lagi menular. Treatment  adalah proses yang paling memusingkan ketika masyarakat tak punya kartu BPJS, karena pembayarannya hingga ratusan juta. Proses 3T ini tentu butuh waktu yang lama dan biaya sangat tinggi.

Bayangkan betapa panjang perjuangan aparat dan tim satgas covid, serta tenaga medis, jika ada 1 saja yang kena corona. Saat ada peningkatan pasien massal gara-gara banyak yang nekat mudik pasca lebaran, maka betapa pusingnya mereka.

Tegakah kita nekat mudik sementara tim medis berjuang di Rumah Sakit? Seharusnya kita menahan diri dan berempati pada mereka.Jika keadaan sudah aman, maka bisa jadi tahun depan masyarakat boleh untuk mudik lebaran. Oleh karena itu, jangan mengeluh atau marah-marah saat ada aparat yang dengan tegas berjaga di perbatasan. Jika mereka menyemprit dan menyuruh untuk putar balik, turuti saja. Demi keselamatan kita bersama.

Pencegahan corona lebih utama dan mudik yang tertunda bisa kapan-kapan saja, nanti setelah pandemi selesai. Justru ketika masyarakat masih nekat untuk pulang kampung pasca lebaran, jumlah pasien corona akan makin naik dan situasi pandemi makin berkepanjangan. Kita tak mau mederita terus seperti ini, bukan?

*) Penulis, Penggiat Kampung Sehat Mandiri

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO, AMSY Usulkan Film Layar Lebar

29 April 2026 - 14:52 WIB

Dinkes Kota Serang Intensifkan Intervensi, Tekan Angka Stunting Bertahap

16 April 2026 - 10:19 WIB

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

Perkuat Ekosistem JKN, BPJS Kesehatan Bangun Sinergi dengan Posbankum

9 April 2026 - 08:16 WIB

BLT Ditengah Bisingnya Informasi

5 April 2026 - 12:02 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi