Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Nasional · 11 Jun 2022 11:43 WIB ·

Radikalisme di Kampus Menjadi Tanggung Jawab Bersama


 Radikalisme di Kampus Menjadi Tanggung Jawab Bersama Perbesar

Oleh : Rahmat Gunawan

Indonesia kembali dikejutkan dengan penangkapan seorang mahasiswa terkait kasus terorisme disalah satu perguruan tinggi di Malang, Jawa Timur. Kejadian ini menunjukkan bahwa infiltrasi ideologi radikal-terorisme tidak mengenal status dan tingkat pendidikan, bahkan hal tersebut telah lama masuk ke dalam sektor pendidikan dsn diabaikan oleh lembaga pendidikan.

Penulis menyayangkan peristiwa tersebut bisa terjadi, karena sejatinya semua pihak bertanggung jawab atas terjadinya radikalisme di lingkungan kampus dan upaya pembenahannya tidak boleh dibebankan hanya kepada pihak kampus semata, akan tetapi kepaada institusi pendidikan secara keseluruhan.

Senada dengan penulis, Darmaningtyas, seorang pengamat pendidikan nasional mengatakan radikalisme yang terjadi bukan semata-mata tanggung jawab pihak kampus saja, namun institusi pendidikan mulai dari SMP dan SMA juga turut bertanggung jawab. Jika doktrin di SMP dan SMA sudah kuat, tentu saja ketika menjadi mahasiswa mereka tidak akan tergoyahkan dengan mudah.

Penulis menyayangkan jika ada institusi perguruan tinggi yang meremehkan masalah radikalisme di lingkungan kampus karena sikap tersebut akan membuat dengan mudahnya para mahasiswa terpengaruh oleh pandangan-pandangan radikal tanpa disadari. Pada dasarnya kunci utama mengurai persoalan radikalisme di kampus adalah bagaimana mewujudkan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila agar terimplementasi dengan baik.

Untuk mencapai hal tersebut, tentunya perlu dibuat suatu kebijakan guna menangani faham radikal dalam bentuk counter wacana. Kampus perlu lebih menggalakkan upaya untuk memperkenalkan ideologi Pancasila secara nyata kepada siswanya dan mengimplementasikan ideologi Pancasila secara nyata, sehingga mahasiswa tidak lagi bermimpi tentang ideologi lainnya, karena Pancasila sudah dianggap dapat memberikan jawaban atas apa yg mereka inginkan.

Dari sudut pandang penulis, ada upaya konkret yang bisa dilakukan segenap institusi pendidikan, mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. Hal itu guna membangun institusi pendidikan yang nyaman untuk mengembangkan sikap moderat dan toleran serta menumbuhkan nilai toleransi sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Upaya-upaya tersebut dapat berupa pengembangkan kegiatan ekstrakurikuler seni dan olahraga yang dapat membangun kebersamaan, karena sikap tertutup dan enggan bersosialisasi akan mudah dipengaruhi oleh pemikiran radikal.

BACA JUGA   UPA Perpustakaan Untirta Gelar Bedah Buku ‘Baduy Masyarakat 1001 Tabu’ Karya Uday Suhada

Selain itu, penulis juga berharap ada upaya serius dari Pemerintah dalam merespon kasus radikalisme di lingkungan pendidikan agar tidak semakin berlarut. Misalnya asistensi pendidikan Pancasila didahulukan dan digalakkan di awal semester dan memindahkan jadwal asistensi pendidikan agama Islam menjadi semester belakang.

Tentunya hal tersebut akan membuat mahasiswa dibekali dengan pandangan-pandangan yang lebih rasional terlebih dahulu, sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh pandangan-pandangan yang berkecenderungan fundamentalis. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa memiliki ideologi Pancasila yang kuat sehingga tidak mudah terpengaruh dan kasus radikalisme yang terjadi di kampus akan teratasi. (*)

*Penulis adalah Kontributor Bunda Mulia Institute

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO, AMSY Usulkan Film Layar Lebar

29 April 2026 - 14:52 WIB

UPA Perpustakaan Untirta Gelar Bedah Buku ‘Baduy Masyarakat 1001 Tabu’ Karya Uday Suhada

16 April 2026 - 08:21 WIB

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

BLT Ditengah Bisingnya Informasi

5 April 2026 - 12:02 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Dominasi Penerimaan Pajak Digital, Setor Rp37,40 Triliun

2 April 2026 - 13:29 WIB

Trending di Ekonomi