Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Nasional · 13 Apr 2021 14:06 WIB ·

Presiden di Lokasi Bencana NTT


 Presiden di Lokasi Bencana NTT Perbesar

Oleh : Aliandro Sulu

Presiden Jokowi mendatangi Nusa Tenggara Timur untuk melihat lokasi bencana, sekaligus menghibur para korban. Kedatangan Presiden patut diapresiasi, karena beliau berniat untuk meringankan beban para pengungsi. Sekaligus melihat apa saja yang masih mereka butuhkan untuk bertahan hidup di tengah pengungsian.

Bencana banjir di NTT dan NTB membuat rakyatnya menderita, karena akses jalan darat nyaris putus. Sehingga dibuka jalur udara dan darat saat memberikan bantuan kepada mereka. Lebih dari 100 orang jadi korban jiwa dan korban lain masih dicari keberadaannya. Banjir ini terjadi karena Siklon Tropis Seroja yang melanda kawasan NTT, NTB, bahkan Timor Leste.

Puasa Ramadhan; Instrumen Menuju Takwa

Presiden Jokowi mendatangi NTT pada hari Jumat tanggal 9 April, pagi. Rencananya, beliau akan mendatangi juga Pulau Adonara dan Pulau Lembata, karena kedua tempat tersebut merupakan daerah yang paling terisolir. Sehingga dikhawatirkan kondisinya paling parah dan Presiden akan memeriksa apakah bantuan sudah datang di sana.

Kedatangan Presiden disambut dengan sangat baik oleh masyarakat NTT. Mereka ingin mengadukan isi hatinya dan meminta tolong agar bantuan datang dengan lancar, karena ada yang tidak sempat menyelamatkan hartanya. Juga, fasilitas umum semoga segera direhabilitasi. Para pengungsi juga meminta agar rumahnya kembali dibangun oleh Dinas PUPR.

Fatwa MUI, Tes Swab Tak Batalkan Puasa

Saat Presiden datang maka wajib kita apresiasi. Karena menunjukkan perhatian yang besar terhadap seluruh rakyatnya. Jadwal seorang Presiden sudah terisi penuh selama beberapa waktu ke depan. Namun beliau masih ngotot untuk datang ke NTT, karena di sana ada rakyat yang membutuhkan bantuan dan kasih sayang dari sang pemimpin.

Selain itu, kedatangan Presiden menunjukkan karakter beliau yang memang suka blusukan alias melihat langsung kondisi rakyatnya. Bukan bertipe seperti pejabat pada masa orde baru yang ABS alias asal bapak senang, dan hanya mendapatkan laporan dari bawahannya. Presiden Jokowi tidak seperti itu, karena lebih senang berinteraksi dengan rakyatnya.

BACA JUGA   Akhiri Polemik Pegawai KPK Tak Lolos TWK

Presiden berjanji akan menyelesaikan masalah pasca banjir di NTT dengan baik. Setelah mengutus Menteri Sosial, Menteri PUPR, Kapolri, Jenderal TNI, dan pejabat lain untuk datang ke lokasi banjir dan mengatasi berbagai permasalahan di Nusa Tenggara, maka kali ini giliran beliau sendiri yang melihat langsung banjir dan para pengungsi di sana.

Abuya Uci dan Gaya Ceramah; Sebuah Catatan

Ketika melihat penderitaan para pengungsi, maka Presiden menerima masukan dari mereka. Menurut salah seorang warga NTT, bantuan yang datang sudah mencukupi. Namun harga BBM naik drastis. Hal ini wajar karena selalu terjadi pasca bencana, karena bensin langka dan akibatnya harganya jadi naik gila-gilaan.

Untuk mengatasi kenaikan harga BBM, maka perlu ada pasokan yang lebih banyak. Agar kelangkaan bensin, pertalite, dan bahan bakar lain bisa segera diatasi. Hal ini tentu butuh penanganan dari pejabat terkait dan Presiden berjanji akan mengatasi permasalahan ini dengan cepat, agar penderitaan para pengungsi tidak berlipat ganda.

Presiden Jokowi juga menginstruksikan agar mencari para korban banjir dengan lebih intensif. Menurut data, banjir di NTT membawa korban jiwa 117 orang. Namun para korban yang tenggelam dan belum ditemukan masih banyak. Diharapkan tim gabungan dari tim SAR, relawan, dan aparat, bisa bekerja lebih cepat, pasca bantuan berupa alat keselamatan datang.

Kedatangan Presiden ke NTT bukan terlambat, melainkan beliau pergi ke sana pada saat yang tepat. Justru yang paling krusial adalah masa pasca banjir, karena butuh waktu, tenaga, dan pemikiran yang tepat untuk mengatasi berbagai permasalahan di sana. Misalnya naiknya harga bahan bakar minyak, para korban yang belum ketemu, distribusi bantuan, dan lain-lain.

BACA JUGA   Koalisi Mahasiswa Banten Dukung Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024

)* Penulis adalah Netizen, Penggiat Kampung Mandiri tinggal di Maumere

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO, AMSY Usulkan Film Layar Lebar

29 April 2026 - 14:52 WIB

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

Untirta dan Bank Indonesia Jalin Kerja Sama dan Perkuat Sinergi melalui Kick Off Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan 2026

8 April 2026 - 14:03 WIB

BLT Ditengah Bisingnya Informasi

5 April 2026 - 12:02 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Dominasi Penerimaan Pajak Digital, Setor Rp37,40 Triliun

2 April 2026 - 13:29 WIB

Trending di Ekonomi