Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Nasional · 22 Feb 2022 18:02 WIB ·

Pelaksanaan IPU Menerapkan Sistem Bubble


 Pelaksanaan IPU Menerapkan Sistem Bubble Perbesar

Oleh : Kurnia Sandi

Inter parliamentary union atau IPU akan diselenggarakan di Bali, tanggal 20 hingga 24 Maret 2022. Pada forum internasional ini, penyelenggara akan menggunakan sistem bubble, sehingga lebih aman dari corona.

Pandemi belum selesai dan kita belum tahu kapan berakhirnya. Di masa pandemi, Indonesia menjadi tuan rumah bagi dua forum internasional, yakni Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan inter parliamentary union.

Masyarakat tidak usah khawatir karena walau ada ancaman omicron, inter parliamentary union diselenggarakan dengan sistem bubble, sehingga dipastikan 100 persen bebas corona.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI Fadli Zon menyatakan bahwa IPU akan dielenggarakan di Nusa Dua, bali, dengan sistem gelembung alias bubble. Para peserta akan disesuaikan dengan gelembung alias grupnya. Sehingga tidak perlu ada karantina. Jika ada karantina maka dikhawatirkan terlalu banyak makan waktu padahal acara hanya tiga hari, dan jadwal mereka sibuk sekali.

Namun, Fadli menambahkan, walau tanpa karantina semua prosedur di IPU harus dengan protokol kesehatan yang ketat. Juga ada tes swab setiap hari. Dalam artian, semuanya masih harus memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan berdisiplin prokes 10M. Tes swab juga diwajibkan, sehingga dipastikan acara aman dari corona.

Memang menyelenggarakan acara di saat pandemi memiliki resiko. Akan tetapi kita bisa meminimalisir dengan sistem bubble, prokes ketat, dan tes swab harian. Jika ada sistem bubble maka juga meminimalisir kerumunan karena yang mengadakan pertemuan adalah grup-grup dengan jumlah kecil. Mereka juga bisa menjaga jarak minimal satu meter karena jika yang rapat hanya sedikit, maka antar kursi bisa diberi jarak.

Dengan sistem bubble maka delegasi dari negara-negara anggota IPU tidak bisa keluyuran seenaknya ketika acara masih berlangsung. Mereka wajib berdisiplin dan sadar bahwa saat ini masih pandemi. Sehingga harus menaati aturan yang berlaku.

BACA JUGA   Alih Status Pegawai KPK Amanat UU

Pandemi tidak menghalangi berlangsungnya IPU karena kita tidak mungkin membatalkannya begitu saja, mengingat pentingnya acara ini. Penyebabnya karena di IPU akan ada berbagai pembicaraan mengenai isu-isu internasional, yang akan berpengaruh pada hubungan bilateral dan pergaulan internasional. Lagipula kita belum tahu kapan pandemi akan berakhir karena kenyataannya corona masih ada.

IPU yang tahun ini memasuki forum ke-144 bertema Getting Zero: Mobilizing Parliament to Act on Climate Change. Jadi, nantinya akan dibahas tentang isu perubahan iklim sehingga semua negara peserta IPU akan lebih sadar untuk cinta bumi. Kita tidak mau lapisan ozon makin menipis dan es di kutub mencair akibat pemanasan global. Oleh karena itu Indonesia mempromosikan energi hijau sebagai energi baru terbarukan.

Indonesia mempromosikan biofuel dan energi baru terbarukan lain seperti tenaga bayu (angin) dan matahari. Diharap dengan contoh-contoh ini maka akan ditiru, sehingga perubahan iklum bukan hanya ramai di surat kabar, tetapi benar-benar diatasi oleh neagra-negara lain. Sehingga bumi makin hijau dan tidak kacau-balau.

Selain itu, pada IPU tahun ini juga akan dibicarakan tentang cara mengatasi pandemi global. Sehingga tidak ada ketimpangan antara negara miskin dan kaya. Nantinya negara yang sudah maju, delegasinya akan terketuk hatinya, lalu memberi bantuan. Misalnya dengan pemberian vaksin, alat kesehatan, dan lain-lain.

IPU adalah acara yang penting sehingga tidak bisa di-cancel. Akan tetapi untuk mengatasi resiko corona maka dielenggarakan dengan sistem bubble. Protokol kesehatan juga dilakukan dengan ketat dan ada tes swab setiap hari, sehingga diharapkan dapat menekan potensi penularan Covid-19.

)* Penulis adalah Kontributor Pertiwi Institute

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO, AMSY Usulkan Film Layar Lebar

29 April 2026 - 14:52 WIB

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

Untirta dan Bank Indonesia Jalin Kerja Sama dan Perkuat Sinergi melalui Kick Off Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan 2026

8 April 2026 - 14:03 WIB

BLT Ditengah Bisingnya Informasi

5 April 2026 - 12:02 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Dominasi Penerimaan Pajak Digital, Setor Rp37,40 Triliun

2 April 2026 - 13:29 WIB

Trending di Ekonomi