Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Hukum & Kriminal · 30 Mar 2021 13:24 WIB ·

Masyarakat Tidak Perlu Panik Pasca Peristiwa Teror Bom di Makassar


 Masyarakat Tidak Perlu Panik Pasca Peristiwa Teror Bom di Makassar Perbesar

Oleh : Denis Septembedino

Pengeboman di sebuah rumah ibadah di Makassar mengguncang banyak orang. Mereka jadi takut saat akan pergi ke tempat publik. Kapolri meminta masyarakat untuk tidak paranoid, karena aparat makin siaga dalam mengamankan setiap tempat umum. Juga ada razia yang lebih intensif untuk mencegah terorisme dan pengeboman kembali.

Pubik dikejutkan dengan peristiwa pengeboman di Makassar. Tragedi ini menjadi perhatian banyak orang, karena dilakukan di sebuah rumah ibadah. Pengeboman mengisyaratkan bahwa teroris masih menancap di Indonesia dan selalu menggunakan tindak kekerasan untuk menakuti masyarakat dan mendapatkan keinginannya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu panik setelah ada pengeboman di Makassar. Karena kepolisian sudah menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat. Polisi masih melakukan olah TKP dan mendalami siapa pelaku sebenarnya. Sehingga masyarakat diminta untuk tenang dan tidak paranoid.

MUI Izinkan Penggunaan AstraZeneca

Jenderal Listyo melanjutkan, Densus 88 antiteror akan terus melakukan penindakan terhadap kelompok teroris. Hal ini termasuk komitmen dari Korps Bhayangkara untuk memberangus jaringannya. Dalam artian, kepolisian selalu serius dalam menangkap tiap pelaku terorisme, sehingga ada pencegahan bagi mereka untuk melakukan radikalisme dan tindakan ekstrim lainnya.

Dalam peristiwa pengeboman kemarin memang kedua pelaku langsung tewas di tempat, karena mereka membawa bom untuk diledakkan, bukan melemparkan. Akan tetapi penelusuran tetap dilakukan dan diduga pelakunya adalah salah satu kelompok teroris yang markasnya ada di Filipina. Jaringannya masuk sampai ke Indonesia dan masih diselidiki siapa saja anggotanya.

Pasca pengeboman di Makassar, tiap rumah ibadah baik di sana maupun wilayah lain makin dijaga dengan ketat oleh aparat. Begitu juga dengan tempat umum lain. Penjagaan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya pengeboman kembali. Tempat-tempat itu rawan dijadikan sasaran pengeboman, karena bisa menampung banyak orang.

BACA JUGA   Vaksinasi untuk Guru

Pengamanan ini membuat masyarakat lega karena mereka tak lagi waswas untuk pergi ke rumah ibadah. Saat akan berdoa, mereka tenang karena di luar sudah ada aparat yang menjaga dengan siap siaga. Keamanan masyarakat memang jadi prioritas, karena polisi adalah sahabat rakyat. Dalam artian, warga sipil selalu dilindungi agar mereka bisa tenang saat menjalankan aktivitas, termasuk beribadah.

Lawan Hoaks dan Disinformasi Vaksinasi

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyatakan bahwa Kepala Densus 88 langsung terbang ke Makassar untuk melakukan penyelidikan intensif terhadap kasus ini. Di sana, beliau dibantu oleh Korwil Densus, dan dibantu oleh Serse Polda dan Polrestabes. Sementara di TKP sudah dipasang police line dan dilakukan penyisiran untuk mendapatkan bukti-bukti yang otentik.

Langkah cepat kepolisian ini membuat masyarakat merasa aman karena mereka dengan sigap menyelidiki kasus pengeboman di Makassar. Memang kasus ini agak susah untuk diselidiki pada awalnya, karena tersangka langsung tewas di tempat (dengan kondisi yang mengenaskan). Namun Densus dan segenap aparat lain bekerja sama untuk menyelidikinya sampai benar-benar tuntas.

Diduga, pengeboman dilakukan karena di Sulawesi pernah ada penyisiran terhadap kelompok teroris. Mereka jadi membalas dendam dan melakukan pengeboman. Apapun alasannya, kekejian seperti ini tak diperbolehkan. Apalagi dilakukan di tempat ibadah yang suci. Kekejaman teroris sungguh membuat masyarakat sedih, karena mereka sudah kehilangan hati nurani.

Masyarakat diharap tidak terpancing dan tetap tenang setelah ada pengeboman di Makassar. Mereka bisa melakukan ibadah dengan khusyuk tanpa dibayang-bayangi kekejaman teroris, karena polisi dengan sigap menjaga di depan rumah ibadah. Terorisme tidak bisa dibenarkan, dan kelompok teroris harus diusut sampai ke akarnya, agar tidak membuat kekacauan di Indonesia.

BACA JUGA   Sukseskan Pelaksanaan PON XX 2021

)* Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kolaborasi Untirta–Polda Banten Perkuat Implementasi Perlindungan Perempuan dan Anak

29 April 2026 - 18:59 WIB

400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO, AMSY Usulkan Film Layar Lebar

29 April 2026 - 14:52 WIB

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

BLT Ditengah Bisingnya Informasi

5 April 2026 - 12:02 WIB

BBM dan Kendaraan Listrik: Antara Transisi Energi dan Beban Publik

3 April 2026 - 13:01 WIB

Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Dominasi Penerimaan Pajak Digital, Setor Rp37,40 Triliun

2 April 2026 - 13:29 WIB

Trending di Ekonomi