Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

News · 1 Apr 2023 10:16 WIB ·

Bahaya Politik Identitas dalam Pemilu, Masyarakat Harus Terlibat Mengawasi


 Bahaya Politik Identitas dalam Pemilu, Masyarakat Harus Terlibat Mengawasi Perbesar

JAKARTA, TIRTAYASA.ID – Menjadi sangat berbahaya apabila praktik politik identitas ternyata masih terjadi dalam gelaran Pemilu 2024. Maka dari itu, masyarakat harus terus terlibat dalam melakukan pengawasan.

BACA JUGA   Komitmen Presiden Wujudkan IKN sebagai Kota Modern

Ketua Umum PPP, Mardiono mengatakan bahwa sejatinya memang seluruh makhluk memiliki identitas yang melekat dalam diri mereka.

“Soal identitas ya, yang identitas itu semua makhluk memiliki dan harus memiliki. Kalau seseorang tidak memiliki identitas, itu berbahaya mereka,” katanya.

BACA JUGA   Duta Pancasila dari Purna Paskibraka Diminta Menjadi Benteng Negara

Kemudian, menurutnya, identitas tidak bisa sesempit dimaknai sebatas nama seseorang saja, melainkan dari mana dirinya dilahirkan apa kewarganegaraannya hingga apa agamanya pun masih tergolong sebagai identitas.

“Identitas saya dilahirkan dari rahim ibu saya, bapak saya. Ini adalah identitas saya. Nama saya Muhamad Mardiono. Ini adalah identitas saya. Warga negara saya adalah warga Indonesia. Ini adalah identitas saya. Agama saya Islam, ini adalah identitas saya,” lanjut Mardiono.

BACA JUGA   Kembali Dipanggil Timnas Indonesia, Hansamu Ingin Hasil Terbaik

Dengan sifat dasar identitas yang merupakan sesuatu yang melekat dengan makhluk, sehingga memang tidak bisa dipungkiri kalau seseorang pasti mempunyai identitas.

“Jadi identitas seseorang harus memiliki,” ujarnya.

BACA JUGA   Mahasiswa Universitas Pamulang Latih Siswi SMKN 3 Kota Serang Soal Komunikasi Digital dan Marketplace

Meski sifatnya yang pasti melekat kepada masing-masing individu, namun menurut Ketum PPP itu sama sekali tidak boleh dalam praktik berpolitik justru menggunakan identitas dan mengadu dombanya.

“Yang tidak diperbolehkan adalah identitas yang dipergunakan untuk politik yang membenturkan identitas satu dengan identitas yang lain. Nah, berbenturan itulah yang tidak diperkenankan. Nah, termasuk di dalam politik,” jelasnya.

BACA JUGA   OPD Pemkot Tangerang Kompak Bersihkan Stadion Benteng Reborn, Persiapan Pembukaan Porprov VI Banten

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengemukakan bahwa sangat penting adanya upaya untuk bisa mencegah politik identitas.

Anggota Bawaslu, Herwyn JH Malonda mengaku bahwa dalam era arus teknologi informasi seperti sekarang, maka pencegahan politik identitas bisa dengan bekerja sama dengan pihak Kominfo serta pemangku kepentingan media sosial.

BACA JUGA   Pemkot Serang Simulasikan Belajar Tatap Muka

“Kami juga akan melakukan nota kesepahaman dengan Menkominfo terkait pengawasan dan pencegahan konten internet berita bohong SARA, politik Identitas. Serta, membangun kerja sama dengan pemangku kepentingan sosial media salah satunya Meta,” ucapnya.

Menurutnya, adanya politisasi SARA biasanya muncul lantaran terjadinya ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat, sehingga identitas sangat mudah dijadikan faktor determinan untuk menyulut solidaritas kelompok.

BACA JUGA   Di Banten PPKM Mikro Diperpanjang, Apa Saja yang Diperketat?

Bukan hanya itu, namun menurut Herwyn ternyata juga terdapat peran elite politik tertentu yang cara komunikasinya masih menyinggung psikologi massa.

“Isu SARA menjadi sangat masif dan menyebar ke ruang publik karena diproduksi dan dikapitalisasi oleh elite politik, seperti konsultan politik, anggota parpol, tim sukses, dan elite ormas tertentu, sehingga memberikan dampak ketegangan sosial,” ungkapnya.

BACA JUGA   Serius Menangkan Pilkada 2024, PDI Perjuangan Kota Serang Bentuk Guraklih 

Peranan masyarakat juga menjadi sangat penting untuk bisa melakukan pengawasan pada proses pemilu, utamanya mengenai praktik politik identitas.

“Tidak lupa ada peran masyarakat dalam kegiatan pengawasan pilkada, untuk mendeteksi dan melaporkan dugaan pelanggaran terutama terkait dengan penggunaan isu SARA dalam kampanye,” tuturnya. (rls)

Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

GP Ansor Kota Serang Terlibat Aktif Perluas Perlindungan Pekerja Informal Bersama BPJS Ketenagakerjaan

6 Mei 2026 - 11:50 WIB

Untirta Gelar Pekan Literasi “PELITA”, Perkuat Budaya Membaca di Era Digital

5 Mei 2026 - 07:06 WIB

Kolaborasi Untirta–Polda Banten Perkuat Implementasi Perlindungan Perempuan dan Anak

29 April 2026 - 18:59 WIB

400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO, AMSY Usulkan Film Layar Lebar

29 April 2026 - 14:52 WIB

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Serang Jenguk Warga Sakit di Puri Citra Pipitan

29 April 2026 - 11:09 WIB

HIMADIKSIO Untirta Laksanakan Studi Banding ke Universitas Negeri Jakarta

27 April 2026 - 21:38 WIB

Trending di Kampus