SERANG – Dalam upaya memperkuat kemampuan komunikasi digital dan kewirausahaan generasi muda, kelompok mahasiswa Universitas Pamulang Kampus Serang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema ‘Strategi Komunikasi di Era Digital untuk Generasi Z dan Pelatihan Marketplace’ di SMKN 3 Kota Serang, Banten, Kamis 2 Oktober 2025.
Kegiatan ini diikuti puluhan siswi jurusan Manajemen Perkantoran SMKN 3 Kota Serang. Tujuan utamanya membekali generasi Z dengan strategi komunikasi efektif di era digital, serta memberi pengetahuan teori memanfaatkan platform marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada untuk mendukung operasional administrasi dan berjualan online.
Ketua pelaksana Muhammad Azhar, mahasiswa Program Studi Manajemen UNPAM Kampus Serang, mengatakan kegiatan ini adalah kontribusi mahasiswa mengembangkan potensi generasi Z di lingkungan pendidikan vokasi.
“Kami menyadari bahwa generasi Z di jurusan Manajemen Perkantoran, sebagai digital native, memiliki akses luas ke teknologi,” katanya.
Namun, kata dia, banyak yang belum mengoptimalkan strategi komunikasi untuk membangun personal branding atau mendukung administrasi bisnis online.
“Melalui PKM ini, kami ingin membimbing mereka agar mampu berkomunikasi secara strategis dan memahami konsep marketplace untuk mewujudkan ide wirausaha dalam konteks manajemen perkantoran,” katanya.
Pelaksanaan kegiatan didampingi dosen pembimbing Aden Wijaya dengan metode teori berupa presentasi, diskusi, dan studi kasus. Peserta belajar teknik komunikasi digital seperti pembuatan konten persuasif, penggunaan emoji dan storytelling di media sosial, serta konsep dasar penjualan di marketplace yang relevan dengan administrasi perkantoran.
Siswi juga mendapat pemahaman pengelolaan toko online mulai registrasi akun hingga optimalisasi deskripsi produk dan tanggapan pelanggan.
SMKN 3 Kota Serang yang berlokasi di Jalan AH Nasution No. 45 merupakan sekolah menengah kejuruan bidang teknologi informasi dan bisnis.

Jurusan Manajemen Perkantoran disiapkan agar siswinya menjadi tenaga administrasi modern yang adaptif terhadap perubahan digital.
Namun, meski e-commerce berkembang, sebagian siswi masih kesulitan menerapkan strategi komunikasi yang tepat untuk bersaing di pasar online.
PKM ini menjadi jembatan mengurangi kesenjangan digital siswi dengan menekankan komunikasi etis dan inklusif.
Melalui teori terstruktur, peserta dibekali kemampuan merancang pesan komunikasi menarik dan strategi pemasaran berkelanjutan di marketplace, khususnya untuk administrasi bisnis.
“Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Pamulang atas program PKM yang bermanfaat ini,” ujar Perwakilan guru SMKN 3 Kota Serang, Khoirunnisa.
Kegiatan semacam ini, menurutnya, tidak hanya menambah pengetahuan siswi jurusan Manajemen Perkantoran tentang komunikasi digital dan marketplace, tetapi juga memotivasi mereka untuk berwirausaha sejak dini.
“Selain itu, hal ini mendorong siswi kami untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi seperti UNPAM Kampus Serang, yang menawarkan program relevan dengan biaya terjangkau,” katanya.
Khoirunnisa menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pendidikan vokasi.
“Ini adalah contoh sinergi nyata antara dunia perguruan tinggi dan pendidikan menengah. Kami berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan, dengan topik lebih luas untuk mendukung kesiapan kerja siswi di bidang manajemen perkantoran,” katanya.
PKM dimulai dengan sambutan dari perwakilan sekolah, dosen pembimbing, dan ketua pelaksana, kemudian peserta dibagi kelompok kecil untuk diskusi interaktif dan tanya jawab.
Materi awal mengenai strategi komunikasi di era digital bagi generasi Z dan membangun interaksi melalui platform seperti Instagram serta WhatsApp Business.
Tim PKM juga menyampaikan pelatihan marketplace secara teori, mencakup pembuatan akun toko virtual, optimalisasi deskripsi produk, dan pengelolaan chat penjualan serta penanganan keluhan.
Sesi ini paling antusias karena peserta dapat mendiskusikan ide bisnis seperti menjual kerajinan tangan atau produk kuliner lokal dalam skenario administrasi online.
Di akhir kegiatan, peserta diajak memahami analisis performa toko online melalui fitur analitik marketplace serta merancang strategi komunikasi lanjutan seperti email marketing dan kolaborasi influencer.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan penyerahan sertifikat partisipasi, memberikan inspirasi bagi generasi Z untuk aktif di dunia digital. (*)














