CILEGON – Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sukses menyelenggarakan Food Security Symposium 2025 dengan tema “Unlock the Potential Use of Marine Resources and Ocean Hubs for Food Security”.
Acara dua hari di Sosoro Mall, Pelabuhan Merak, ini dihadiri secara hybrid oleh pemangku kepentingan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, dan Norwegia, serta para ahli dari lima negara seperti Italia, Belanda, Inggris, dan Australia.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor pemerintah, industri, dan komunitas internasional guna menggali potensi sumber daya laut Indonesia sebagai solusi ketahanan pangan masa depan.
Ketua Pelaksana, Saifullah menyampaikan simposium ini dilatarbelakangi dorongan akademik dari Fakultas Pertanian untuk mempertemukan semua pihak terkait.
“Kami ingin memahami arah kebijakan pemerintah dan langkah industri dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya, 24 Oktober 2025.
Menurut Saifullah, kondisi keamanan pangan di Banten saat ini cukup stabil melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan tidak menghadapi masalah besar.
“Kami ingin menunjukkan kepada kementerian bahwa Banten siap menjadi contoh dalam pelaksanaan ketahanan pangan nasional,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik Untirta, Rusmana menyatakan tantangan global seperti perubahan iklim dan degradasi lahan menuntut potensi sumber daya laut Indonesia untuk dioptimalkan.
“Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kekayaan besar dalam perikanan berkelanjutan, akuakultur, dan bioteknologi kelautan,” tegasnya.
Simposium ini diikuti peserta dari empat negara dan menghadirkan pembicara dari lima negara, baik secara langsung maupun daring. Saifullah menambahkan,
“Harapan kami, rekomendasi dari kolaborasi lintas negara ini akan memperkuat sistem pangan di Indonesia, terutama di wilayah Banten.”
Rusmana menegaskan tema ini sejalan dengan tantangan global dan peluang besar Indonesia sebagai negara kepulauan, yang mampu memaksimalkan inovasi berbasis laut.
“Kami berharap simposium ini menjadi wadah untuk merumuskan strategi inovatif demi keberlanjutan sistem pangan, pemberdayaan masyarakat pesisir, dan ketahanan nasional,” jelasnya.
Sebagai universitas berbasis inovasi dan keberlanjutan, Untirta berkomitmen mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam indikator Zero Hunger dan Life Below Water.
Seluruh peserta dan penyelenggara sepakat, Food Security Symposium 2025 tidak sekadar diskusi akademik, tetapi juga diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan konkret bagi pemerintah dan dunia industri demi masa depan ketahanan pangan berbasis laut Indonesia. (*/rls)














