Hadir menjadi panelis diantaranya KH. Embay Mulya Syarif, KH. Yayan Hasuna Hudaya, KH. Muhammad Zen, dan KH. Andi Yudi Hendriyawan.
Kiai Embay Mulya Syarif sebagai salah satu kandidat Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar dalam kesempatan tersebut menyampaikan dan menyebutnya muktamar sebagai urun rembug agar organisasi kedepan semakin baik.
Kiai Embay mengatakan bahwa Mathla’ul Anwar sebagai organisasi pribumi di Banten, harus mampu menunjukkan eksistensi dengan berkontribusi lebih besar bagi bangsa ini.
Dalam kontestasi menuju Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, Kiai Embay tidak ingin mengatakannya sebagai pertandingan tapi lebih pada bersanding dengan para kandidat lainnya.
“Saya akan mengikuti mekanisme muktamar, dan saya tidak mau bertanding, tapi saya mau bersanding,” tuturnya.
Saat namanya muncul dalam Muktamar XX Mathla’ul Anwar sebagai calon ketua umum, ia menerimanya dengan baik, mengikuti sesuai dengan mekanisme muktamar.
Saat menyampaikan gagasan dalam ‘Lorong Diskusi’, Kiai Embay menyebut bahwa visinya adalah untuk hari pembalasan. Sebab kita semua akan menuju kesana, 2 (Dua) waktu yang kita tunggu: waktu sholat dan waktu disholatkan.
Misi Kiai Embay adalah untuk ibadah, “mudah-mudahan yang dilakukan apapun itu jadi ibadah buat saya”. Kata Embay.
“Apalagi di Mathla’ul Anwar yang mengelola lembaga pendidikan, Mathla’ul Anwar ini didirikan oleh para pendirinya dalam rangka dakwah. Parameternya adalah kualitas mutu yang harus kita tingkatkan”. Sambung Kiai Embay.
“Di era persaingan yang bebas. Kita bukan hanya bersaing dengan orang Banten. Kita bersaing dengan orang dari luar negeri. Kita akan tersingkirkan dengan sendirinya jika tiak mampu bersaing. Kedepan kita satukan hati dan tekad memajukan Mathla’ul Anwar semaju-majunya dan Mudah-mudahan apapaun yang kita lakukan, menjadi amal jariyah kelak”. Sambung Kiai Embay
Penulis bersaksi, Kyai Embay adalah sosok seorang figur yang ‘pantas dan layak’ untuk dihormati dan dikagumi, Kiai Embay memiliki kharisma, nasihat-nasihatnya menjadi imun keimanan bagi penulis dan bagi para peserta ‘Lorong Diskusi’ secara khusus pada waktu itu.
Inklusivisme Mathla’ul Anwar
Kini Kyai Embay jadi orang nomor satu di Mathla’ul Anwar. Dalam pidato perdana menjadi Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar Periode 2021-2026, Kiai Embay mengatakan akan membawa Mathla’ul Anwar menjadi lebih maju, modern, profesional sebagai gerakan Islam yang mengusung misi ‘Inklusivisme’.













