Menu

Mode Gelap
KPU Tetapkan Tiga Paslon Capres dan Cawapres Pemilu 2024 Kemeriahan Puncak Dies Natalis UPG ke-3, Dihadiri Artis hingga Pejabat Daerah  Politikus Gerindra Desmond J Mahesa Meninggal Dunia MK Tetapkan Pemilu 2024 Pakai Sistem Proporsional Terbuka, Waspadai Politik Uang  Pembangunan Tahap II Masjid Agung Ats Tsauroh Ditarget Rampung 2023

Nasional · 5 Apr 2021 09:06 WIB ·

Kiai Embay dan Inklusivisme Mathla’ul Anwar


 Kiai Embay dan Inklusivisme Mathla’ul Anwar Perbesar

Oleh: Eko Supriatno

Muktamar Ke-20 Mathla’ul Anwar berakhir dengan terpilihnya Kiai Embay Mulya Syarief sebagai ketua umum periode 2021-2016 pada Sabtu (3/4/2021).

Mathla’ul Anwar adalah salah satu organisasi keagamaan tertua dan ketiga terbesar di Indonesia, berdiri tahun 1916 di Menes, Banten 4 tahun sesudah Muhammadiyah berdiri di Yogyakarta.

Mathla’ul Anwar lebih banyak bergerak di pedesaan terutama di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Lampung, dan mengelola sekitar ribuan madrasah mulai dari tingkat dasar, pesantren hingga perguruan tinggi. Mathla’ul Anwar mempunyai perwakilan di hampir semua provinsi di Indonesia.

Mathla’ul Anwar (MA) kini telah berusia 105 tahun, sejak kelahirannya tahun 1916 M (10 Syawal 1334 H) Mathla’ul Anwar selalu ingin menguatkan sumbangsihnya bagi masyarakat dengan meningkatkan peranannya. Peran nyata ini tetap konsisten pada tiga bidang kegiatannya yaitu bidang Pendidikan, Dakwah dan Sosial.

Organisasi kemasyarakat Islam yang kini dipimpin Kiai Embay ini diharapkan terus menjaga komitmen menyebarkan ajaran Islam jalan tengah melalui pendidikan dan dakwah dengan menggunakan narasi kedamaian.

Sejak awal sudah diperkirakan, Kiai Embay Mulya Syarief bakal jadi pengganti KH Syadeli Karim sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar.

Kiai Embay Mulya Syarief dipilih secara aklamasi oleh para Muktamirin dari 33 Pengurusan Wilayah Provinsi di Indonesia di Muktamar XX Mathlaul Anwar.

Sebelumnya, dalam agenda pemilihan Ketua Umum yang baru, terdapat Tiga kandidat yang diusung oleh para Pengurus Wilayah (PW), di antaranya Dr. H. Jihadudin, M.Pd, Dr. H Yayan Hasuna, Mpd dan Kiai Embay Mulya Syarief.

Dari dokumen Rekomendasi PW yang ada, Kiai Embay mengantongi mayoritas PW. Atas komunikasi yang dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat, kemudian Muktamar Mathla’ul Anwar mendaulat Kiai Embay Mulya Syarief sebagai Kandidat yang dipilih untuk menahkodai Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA).

BACA JUGA   RUU Cipta Kerja Bermanfaat untuk Dunia Pendidikan

Siapa Kiai Embay Mulya Syarief?

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Peran Penting Pendidikan dalam Mencegah Radikalisme pada Generasi Muda

27 Januari 2024 - 16:49 WIB

Mewaspadai Politik Uang Digital Selama Pemilu

26 Januari 2024 - 19:24 WIB

UU Ciptaker Meningkatkan Perekonomian Nasional

25 Januari 2024 - 14:51 WIB

Teknologi Canggih untuk Pantau Hasil Hitung Pemilu

20 Januari 2024 - 16:08 WIB

UU Cipta Kerja Mendorong Skema Kemitraan UMKM

19 Januari 2024 - 15:38 WIB

Pembangunan IKN Nusantara Memercepat Transformasi Ekonomi

18 Januari 2024 - 09:58 WIB

Trending di Opini