“Dari sisi kewirausahaan, kita masih kecil yakni 3,4, dan tahun 2024 ini kita dorong sehingga mencapai angka 4 persen. Ini pertumbuhannya kita dorong dari generasi muda supaya nantinya pelaku usaha ke depan bisa berdamai dengan era digitalisasi,” ujar Talkah Badrus.
Ia menegaskan jangan sampai kemudian barang-barang yang beredar di pasar digital justru banyak dari asing. Untuk itu, perlu memanfaatkan potensi lokal untuk mengembangkan usaha.
Terakhir, Ia juga menerangkan bahwa pihaknya akan selalu mengawal gerakan 10.000 wirausaha dari kader HMI untuk bisa melakukan.
Koordinator Edukasi Direktorat SDM Ekraf Kemal Akbar K.I Monoarfa menyampaikan bahwa anak muda merupakan sumber daya produktif yang memiliki segudang ide-ide kreatif.
Oleh karenanya, dengan ide-ide kreatif tersebut dapat membantu pemerintah khususnya Kemenparekraf untuk mengurangi pengangguran. Selain itu, dengan semakin banyak produktifitas yang dihasilkan maka akan berdampak pada meningkatnya perkembangan ekonomi nasional.
“Sebagai agen of change, anak muda harus mampu memanfaatkan teknologi dan berupaya nmempromosikan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) di daerahnya,” Ujar Kemal.
Staf Khusus Bidang Peningkatan Pengusaha Nasional BKPM RI, M. Pradana Indraputra mengatakan, ada beberapa point penting dalam penguatan UMKM diantaranya. Yakni, adanya kemudahan legalitas usaha, segala bentuk alokasi, dan beragam dukungan kebijakan sudah diberikan untuk para pelaku usaha. Oleh karenanya, Pradana Indraputra menerangkan, tinggal para anak muda pelaku usaha pintar pintar menangkapnya.
“Sekarang adalah saatnya yang paling tepat untuk menjadi pengusaha, karena alokasi anggaran sudah diberikan, perizinan dipermudah, dan tempat juga dipermudah,” ujarnya. (rls)













