“Kegiatan talk series kedua dengan topik ‘Proyeksi Awal Tahun Menyongsong Indonesia Emas: Strategi Penguatan UMKM Pasca Pandemi Covid-19’ ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagaimana umkm kedepan dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam konteks ekonomi,” ujar Frely Rahmawati.
Lebih lanjut, perempuan asal Banten itu juga menyampaikan, dengan kegiatan ini semoga para pelaku usaha khususnya generasi milenial bisa lebih semangat untuk menjalankan usahanya dan mampu bertahan di masa Pandemi Covid-19 dengan terus meningkatkan kemampuannya dalam bidang wirausaha khususnya dalam pemanfaatan digital.
Aliga Abdillah Nahkodai Badko HMI Jabodetabeka-Banten Periode 2021-2023
Adapun Ketua Bidang K-UMKM dan Ekraf PB HMI Nasrul menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya mengawal para pelaku wirausaha HMI dengan terus melakukan pendampingan dalam gerakan 10.000 Youngs Entrepreneur menuju 1 Abad HMI.
“Harapannya, melalui program Inkubator Bisnis PB HMI yang nantinya juga akan gelar di beberapa daerah, para kader wirausaha HMI yang telah turut serta mengikuti berbagai kegiatan kami, akan menjadi agen-agen dalam gerakan kami,” ujar Nasrul.
Untuk itu kata Nasrul, pihaknya mengharapkan adanya dukungan dan juga dorongan baik itu dari pemerintah pusat dengan Kementerian terkait dan juga pemerintah daerah serta berbagai elemen sebagian upaya dalam penguatan ekonomi nasional” ujar Nasrul.
Di sisi lain, narasumber pertama yakni Deputi Kewirausahaan Siti Azizah mengatakan bahwa dalam penguatan ekonomi nasional, terdapat lima program dalam pengembangan kewirausahaan nasional diantaranya yakni Inkubasi dan pendampingan, digitalisasi K-UMKM, redesign program PLUT, data tunggal UMKM, pembiayaan alternatif dan kolaborasi antar pihak.
Lebih lanjut, Sekretaris Deputi (Sesdep) Talkah Badrus mengatakan, pihaknya mengharapkan generasi muda HMI Ini dapat didorong untuk menjadi pelaku usaha. Karena, kedepan UMKM ini sebagai tumpuan atau tulang punggung ekonomi Indonesia.













