Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Daerah · 5 Des 2022 12:18 WIB ·

200 Rumah Huntap Untuk Korban Gempa Bumi


 200 Rumah Huntap Untuk Korban Gempa Bumi Perbesar

TIRTAYASA.ID, CIANJUR – Sebanyak 200 rumah hunian tetap atau huntap akan dibangun pemerintah bagi warga terdampak Gempa Bumi di Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Cecep S. Alamsyah pada konferensi pers Update Penanganan Gempabumi Cianjur, Minggu 4 Desember 2022.

BACA JUGA   Update Korban Bencana Gempa Cianjur, 334 Orang Meninggal, 8 Orang Masih Dicari

“Akan disiapkan sebanyak 200 rumah instan sederhana, sehat, dan struktur tahan gempa,” ujar Cecep seperti dilansir bnpb.go.id.

Cecep menambahkan, warga yang rumahnya rusak berat tidak ditempatkan di hunian sementara, tetapi langsung dibangun hunian tetap.

“Selama menunggu proses pembangunan huntap selesai, warga menerima dana tunggu hunian sebesar 500 ribu per Kepala Keluarga (KK),” tambah Cecep.

Lahan relokasi hunian tetap tahap pertama berlokasi di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku di atas lahan 2,5 Hektar.

BACA JUGA   Update Korban Bencana Gempa Cianjur, 334 Orang Meninggal, 8 Orang Masih Dicari

Selain di Cilaku, pemerintah daerah Cianjur juga telah mengusulkan lahan seluas 30 Hektar yang berlokasi di Kecamatan Mande.

Sementara itu, hingga Minggu (4/12) korban meninggal dunia belum ada penambahan, yakni 334 jiwa.

Hasil pencarian dan evakuasi Tim SAR hari ini belum membuahkan hasil, sehingga korban yang belum ditemukan masih 8 orang.

BACA JUGA   Jangan Panik! Ini 5 Langkah yang Harus Dilakukan saat Gempa Bumi

Kemudian korban luka berat sebanyak 593 orang, dan yang masih dirawat di rumah sakit tercatatat 49 orang.

Jumlah pengungsi sebanyak 41.166 KK, dengan total pengungsi 114.683 jiwa. Pengungsi penyandang disabilitas sebanyak 147 jiwa, ibu hamil 1.640 jiwa, dan lansia 7.453 jiwa.

Selanjutnya, kerugian materiil rumah rusak berat itu bertambah dari 7.817 menjadi 8.151 yang sudah terverifikasi dan tervalidasi.

BACA JUGA   7 Kali Erupsi Gunung Api Semeru Dalam Beberapa Tahun Terakhir 

Kemudian rumah rusak sedang dari 10.589 menjadi 11.210. Rusak ringan dari 17.195 menjadi 18.469.

Kemudian fasilitas sekolah terdampak bertambah dari 518 menjadi 525, sementara tempat ibadah 269 unit, fasilitas kesehatan 14 unit, dan gedung kantor 17 unit. (*)

Artikel ini telah dibaca 224 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Perkuat Ekosistem JKN, BPJS Kesehatan Bangun Sinergi dengan Posbankum

9 April 2026 - 08:16 WIB

Untirta dan Bank Indonesia Jalin Kerja Sama dan Perkuat Sinergi melalui Kick Off Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan 2026

8 April 2026 - 14:03 WIB

Suwaib Amiruddin Terpilih Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Banten 2026-20231 : Pramuka Siap Sulap Sampah Pasar Jadi Pupuk Pertanian

8 April 2026 - 09:58 WIB

Bikers Brotherhood 1% MC Banten Chapter gelar Mandatory Run 1 dan Halal Bihalal

4 April 2026 - 18:20 WIB

Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Dominasi Penerimaan Pajak Digital, Setor Rp37,40 Triliun

2 April 2026 - 13:29 WIB

Penerimaan Pajak Kanwil DJP Banten Tumbuh 12,65 Persen hingga Februari 2026

1 April 2026 - 16:19 WIB

Trending di Ekonomi