Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Daerah · 4 Jan 2023 09:15 WIB ·

Puskesmas Sepatan Akan Periksa Hb 2.500 Remaja Putri di Kabupaten Tangerang Untuk Deteksi Anemia


 Puskesmas Sepatan Akan Periksa Hb 2.500 Remaja Putri di Kabupaten Tangerang Untuk Deteksi Anemia Perbesar

TIRTAYASA.ID – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sepatan Kabupaten Tangerang menargetkan sebanyak 2.500 remaja putri untuk mengikuti kegiatan skrining Anemia, Selasa, 3 Januari 2022

Ribuan remaja putri ini nantinya akan dilakukan pemeriksaan Kadar Hemoglobin (Hb) disertai pengukuran status gizi guna mengetahui jumlah Prevalensi Anemia pada remaja putri di Kabupaten Tangerang.

BACA JUGA   871 KK di Pasar Kemis Kabupaten Tangerang Terdampak Banjir

“Tujuannya adalah untuk mengetahui jumlah Prevalensi Anemia remaja putri di tingkat SMP dan SMA sederajat. Remaja yang akan kami periksa ini berasal dari 21 SMA ata sederajat dan juga 16 SMP,” ujar Kepala Puskesmas Sepatan, dr. David Setiawan

Pelaksanaan program ini sudah dimulai pada Desember 2022 dan diharapkan akan mencapai target pada ahkir Januari 2023.

BACA JUGA   Al Quran Surat Al Hujurat Ayat 13 Jadi Pesan Utama Pembukaan Piala Dunia 2022 Qatar 

Selain itu, dalam pelaksanaan program yang mengusung slogan Remaja Sehat Remaja Hebat Bebas Anemia.

David menyebut akan melibatkan beberapa petugas pelaksana, seperti dari Petugas Promosi Kesehatan, Petugas Gizi, Analis, Petugas UKS dan kader remaja.

BACA JUGA   Caleg DPR RI Partai Demokrat Haris, Nilai Positif Kunjungan Prabowo Ke Banten

Menurut David, dampak Anemia memang cukup serius pada remaja putri, di antaranya bisa menyebabkan 5-L (Lesu, Letih, Lemah, Lelah, dan Lalai).

Kondisi ini tersebut juga bisa mengakibatkan penurunan kekebalan tubuh, konsentrasi diri, konsentrasi belajar, kebugaran remaja, dan produktivitas.

BACA JUGA   Update Korban Bencana Gempa Cianjur, 334 Orang Meninggal, 8 Orang Masih Dicari

“Remaja putri Anemia, berisiko tinggi saat hamil setelah menikah nantinya, karena bisa berakibat kepada kondisi kesehatan janin dan beresiko bayi yang dilahirkan mengalami stunting,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 103 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BCA Berbagi Ilmu di Untirta Angkat Filosofi “The Art of Falling” untuk Bekal Karier Mahasiswa

19 Mei 2026 - 16:12 WIB

GP Ansor Kota Serang Meriahkan Turnamen Sepak Bola Pemuda Selatri di Terondol

17 Mei 2026 - 19:06 WIB

GP Ansor Kota Serang Terlibat Aktif Perluas Perlindungan Pekerja Informal Bersama BPJS Ketenagakerjaan

6 Mei 2026 - 11:50 WIB

Untirta Gelar Pekan Literasi “PELITA”, Perkuat Budaya Membaca di Era Digital

5 Mei 2026 - 07:06 WIB

Kolaborasi Untirta–Polda Banten Perkuat Implementasi Perlindungan Perempuan dan Anak

29 April 2026 - 18:59 WIB

400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO, AMSY Usulkan Film Layar Lebar

29 April 2026 - 14:52 WIB

Trending di Nasional