Ade Sumardi kembali memimpin PDI Perjuangan Banten pada Konferensi Daerah (Konferda) PDIP tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Banten yang digelar di Sekretariat DPD PDIP Banten, Kota Serang,Jumat 12 Desember 2025.
Ade Sumardi ditetapkan dan dilantik, di dampingi Wanto Sugiarto sebagai Sekretaris dan Marinus Gea sebagai bendahara.
Usai ditetapkan, Ade menegaskan memulai perjalanan periode keduanya dengan memperkuat solidaritas internal sebagai fondasi pelaksanaan program partai.
“Bagaimana kita mau mikirin umat kalau timnya tidak solid?” kata Ade.
Kata Ade, program kemanusiaan serta ketahanan pangan akan menjadi prioritas. Untuk Pemilu 2029, PDIP Banten menargetkan kembali meraih kemenangan. Berangkat dari pelajaran berharga Pemilu 2024.
“Kami evaluasi tentu sambil kami melihat di mana kekurangan, itu yang perlu diperbaiki. Prinsipnya adalah Khoirunnas anfa’uhum linnas,” kata Ade.
Terkait dengan posisi PDI Perjuangan, Ade menegaskan, dalam mengawal jalannya pemerintah tidak mengenal istilah oposisi dalam sistem politik Indonesia.
“Semuanya bermitra untuk kemaslahatan umat. Kami bisa memberikan masukan, saran, tidak harus berantem. Yang penting ide dan gagasan PDI Perjuangan bisa dirasakan masyarakat Banten dan Indonesia,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan Soliditas merupakan kunci. Ia menegaskan, struktur dan kader solid, berarti telah mengantongi 50 persen kemenangan.
“Begitu pun sebaliknya, jika tidak solid, maka 50 persen kita mengantongi kekalahan,” katanya.
Ahmad Basarah menekankan setiap kader harus memperhatikan 5 Mantap PDI Perjuangan, yaitu ideologi, organisasi, program, kaderisasi dan sumber daya. Sehingga dapat menghasilkan 3 Pilar Utama PDI Perjuangan. Struktural Partai, Legislatif dan Eksekutif.
Jika hal tersebut berjalan dan dilakukan kepengurusan DPD dan DPC se Provinsi Banten maka ia optimis pada Pemilu 2029 bisa meraih kemenangan dan terjadi penambahan perolehan kursi.
“DPR RI bertambah 4 kursi, DPRD Banten 17 Kursi, (bertambah 3 dari 14 kursi-red), anggota DPRD Kabupaten dan Kota se Banten dari 46 kursi, naik menjadi di atas 50 kursi,” katanya. (*/red)












