Budi juga meminta kepada pihak sekolah untuk memperketat keamanan, jangan sampai kata dia, tidak menerapakan sosial distanting dan pastikan protokol kesehatan di terapkan.
“Secara umum termasuk SD, SMP belum siap, cuman ini kan perdana yah karena banyak keinginan kemudian dinas dan sekolah mencoba mengakomodir keingin masyarakat yang bisa dilihat dari 70 persen orang tua murid berkinginan tatap muka dan 30 persen ngga,” terangnya.
Dalam melaksankan sidak itu pun Budi dalam rangka mengikuti apa yang menjadi keinginan masyarakat yaitu belajar tatap muka di sekolah, setelah turun ke lapangan, kata dia, pihaknya mengetahui bahwa protokol kesehatan di dunia pendidikan itu harus diperketat.
“Intinya lebih diperkertat lagi bagaimana caranya kita lawan corona dengan segala ihtiar kita dari pemerintah dan partisipasi masyarakatnya juga menjaga anaknya sebelum masuk ke rumah membersihkan anaknya mencuci tangan dan lain, jadi jangan hanya di sekolah,” katanya.
Sementara itu, salah satu orang tua murid, Doni mengungkapkan bahwa pihaknya mengapresiasi sidak yang dilakukan Ketua DPRD Kota Serang ke sekolah, lantaran dengan itu pihak sekolah bisa lebih ketat lagi dalam menjakankan protokol kesehatan.
“Sebenernya hawatir tidak hawatir karena jauh lebih efektif tatap muka, betul harus ada jaga jarak. Jadi tadi kata Ketua Dewan setiap hari harus disemprot juga ruang kelas,” ungkapnya.
Sama halnya dengan Ketua DPRD Kota Serang, Doni pun menginginkan Dinas Pendidikan untuk merapid test guru di sekolah terlebih dahulu sebelum KBM tatap muka benar benar diberlakukan.
“Jadi harusnya tenaga pendidikannya dulu di rapid tes baru ngebuka sekolah. Untuk protokol kesehatannya sendiri kan sudah ada,” harapnya.












