Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Nasional · 22 Mar 2021 07:09 WIB ·

Cegah Radikalisme, Rekrutmen ASN Minta Diperketat


 Cegah Radikalisme, Rekrutmen ASN Minta Diperketat Perbesar

TIRTAYASA.ID, JAKARTA – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila mendorong Kementrian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi memperketat rekrutmen atau penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Salah satu pola yang harus diperketat adalah keteguhan tehadap NKRI, Ideologi Pancasila dan UUD 1945. Hal tersebut sebagai upaya pencegahan paham radikalisme yang masuk ke dalam pemerintahan.

Menurut Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Romo Antonius Benny Susetyo jika paham radikalisme masuk dalam Abdi Negara maka masalah besar dan nyata.

“PNS/ASN yang sejatinya merupakan agen penyampai Visi dan Misi Negara kepada masyarakat, malah cenderung lebih percaya pada paham radikal berbasis agama”, ucapnya saat menjadi narasumber pada webinar Selamatkan ASN Indonesia Dari Radikalisme dengan tema “Tindak Tegas ASN Anti Pancasila-Skrening Ketat Calin PNS Karyawan BUMN dari Paham Radikalisme” oleh Organisasi Agama Cinta Minggu, (21/2).

Selain pola rekrutmen ia juga mendorong kepada pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan dan penelitian secara terus menerus terhadap rekam jejak PNS sebagai pelaksana Visi Misi Negara.

Ia juga menegaskan jika terdapat PNS, TNI, Polri dan Pegawai BUMN yang kontra terhadap Ideologi Negara (Pancasila) maka untuk mundur dari posisinya sebagai abdi negara.

“Pancasila sebagai dasar Visi dan Misi bangsa adalah final, dan para ASN yang bertentangan atau bersifat dualisme terhadap kepercayaannya terhadap Pancasila harus mau dibina atau jika tidak  dengan sadar diri mundur dari posisinya sebagai ASN”, tegasnya.

Disamping itu ia mengatakan saat ini BPIP telah membuat standar mengenai perilaki ASN, TNI dan Polri sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Tidak boleh ada dualisme dan standar ganda terhadap pelaksaan peraturan dan pedoman bagi ASN terkait radikalisme”, tutupnya.

BACA JUGA   Penyaluran BLT BBM untuk Kelompok Terdampak

Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan mengakui saat ini sudah banyak sekali ancaman radikalisme yang berujung pada terorisme dari segala penjuru termasuk melalui ASN, TNI, Polri dan pegawai BUMN.

“Ancaman radikalisme tidak hanya melalui lingkungan masyarakat, anak-anak, remaja orang tua bahkan melalui pegawai negara”, ujarnya.

Ia berharap lembaga atau organisasi masyarakat yang bertugas untuk membina, mencegah paham radikalisme tidak lelah untuk mensosialisasikan bahaya paham tersebut.

“Mereka sangat membahayakan jadi penyusup, jadi perlu tau bagaimana modus atau cara-cara mereka”, jelasnya.

“Yang kita takutkan hari ini, dimasa pandemi Covid-19 mereka mengundang anak-anak atau remaja ke rumahnya dengan menonton tayangan-tayangan timur tengah”, sambungnya.

Ia juga mengakui sosialisasi tentang bahayanya paham radikalisme masih minim kepada masyarakat.

“Kalau kita ini ibarat lilin, tapi mereka itu obor. Artinya pengaruh kita itu sangat kecil meskipun banyak, tetapi kalau mereka meskipun satu orang tapi pengaruhnya cukup besar”, ujarnya.

“Memberontak bukan jalan satu-satunya tetapi mereka sudah terstruktur, teroganisir dan masif”, tutupnya. (rls)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BCA Berbagi Ilmu di Untirta Angkat Filosofi “The Art of Falling” untuk Bekal Karier Mahasiswa

19 Mei 2026 - 16:12 WIB

GP Ansor Kota Serang Meriahkan Turnamen Sepak Bola Pemuda Selatri di Terondol

17 Mei 2026 - 19:06 WIB

GP Ansor Kota Serang Terlibat Aktif Perluas Perlindungan Pekerja Informal Bersama BPJS Ketenagakerjaan

6 Mei 2026 - 11:50 WIB

Untirta Gelar Pekan Literasi “PELITA”, Perkuat Budaya Membaca di Era Digital

5 Mei 2026 - 07:06 WIB

Kolaborasi Untirta–Polda Banten Perkuat Implementasi Perlindungan Perempuan dan Anak

29 April 2026 - 18:59 WIB

400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO, AMSY Usulkan Film Layar Lebar

29 April 2026 - 14:52 WIB

Trending di Nasional