Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

News · 15 Sep 2024 19:10 WIB ·

Dunia Berubah Cepat, Prof Arif Satria Ingatkan Masyarakat Tidak Berhenti Belajar


 Dunia Berubah Cepat, Prof Arif Satria Ingatkan Masyarakat Tidak Berhenti Belajar Perbesar

JAKARTA – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Arif Satria mengingatkan dunia saat ini berubah sangat cepat. Sehingga untuk mengimbanginya masyarakat harus terus belajar.

Demikian diungkapkan Arif Satria, Saat berbicara pada Muktamar VII dan Reuni Akbar KB PII, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Sabtu 14 September siang.

Prof Arif Satria menyampaikan 5-10 tahun lalu sebuah temuan tehnologi bisa bertahan 25-50 tahun. Sekarang temuan baru paling lama bertahan 5-10 tahun saja.

“Kita merasakan sekarang tiba-tiba tidak ada yang baca media cetak tapi beralih ke media online,” terang Arif.

Untuk itu, Arif mengingatkan agar tidak tergilas jaman masyarakat terutama generasi muda harus mau terus belajar mengikuti perkembangan pengetahuan.

“Bukan hanya ilmu pengetahuan yang harus ditingkatkan, skill penguasaan terhadap tehnologi baru juga harus dikembangkan,” tutur Arif.

Ketua Umum ICMI Pusat itu juga berharap pendidikan tinggi di tanah air juga harus berani melakukan terobosan untuk mengikuti perubahan tehnologi.

Ia menunjuk contoh China, Korsel, da Singapura yang ranking perguruan tingginya melesat di Asia karena berani melakukan terobosan-terobosan untuk mengikuti disrupsi tehnologi digital.

“Korsel, Singapura dan China itu pendidikannya sudah berorientasi masa depan, sudah seperti di AS,” terang Arif.

Hilangkan Ketergantungan

Sementara mantan Menkeu Fuad Bawazier mengingatkan masyarakat untuk menghilangkan ketergantungan terhadap produk-produk impor, khususnya impor pangan.

Ia menunjuk contoh impor gandum yang jumlah terus bertambah dari tahun ke tahun sehingga menimbulkan ketergantungan.

“Dulu kita pernah coba stop impor gandum ternyata tidak bisa. Sekarang pasti lebih sulit,” terang Fuad seraya menyebut bahwa impor itu hanya menguntungkan segintir importer.

Dialog Muktamar VII KB PII yang dihadiri ratusan pengurus daerah KB PII ini juga menampilkan pembicara Najib Asca. (*/rls)

BACA JUGA   Menahan Investasi Sama dengan Menahan Pertumbuhan Ekonomi
Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kolaborasi Untirta–Polda Banten Perkuat Implementasi Perlindungan Perempuan dan Anak

29 April 2026 - 18:59 WIB

400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO, AMSY Usulkan Film Layar Lebar

29 April 2026 - 14:52 WIB

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Serang Jenguk Warga Sakit di Puri Citra Pipitan

29 April 2026 - 11:09 WIB

HIMADIKSIO Untirta Laksanakan Studi Banding ke Universitas Negeri Jakarta

27 April 2026 - 21:38 WIB

KSMI Banten dan Kota Serang Gelar Konsolidasi, Perkuat Arah Pengembangan Mini Soccer

25 April 2026 - 10:00 WIB

Ansor Banser PAC Serang Gelar Santunan Anak Yatim dalam Peringatan Harlah ke-92 GP Ansor

24 April 2026 - 16:01 WIB

Trending di News