Oleh: Efi Afifi M.Pd.I
Tulisan ini merupakan refleksi penulis ketika diminta menjadi ketua bidang kepemudaan DMI Kota Serang 2021-2026 yang akan dilantik pada Rabu 3 Maret 2021 di kampus UNBAJA, Kota Serang.
Dewan Masjid Indonesia (DMI) memiliki peran strategis memutus ruang-ruang masalah sosial ekonomi ummat yang selama ini menjadi konsentrasi bagi pemerintah baik pusat maupun daerah.
Oleh karenanya, M Jusuf Kalla yang didaulat menjadi Ketua Umum PP DMI periode 2012-2017 menggantikan Mantan Menteri Agama yakni Tarmizi Taher pada Muktamar VII di Asrama Haji Pondok Gede, para Muktamirin mendaulat kembali JK memimpin DMI periode 2017-2022. Respon para Muktamirin (Pimpinan DMI Se Indonesia) terhadap sosok pa JK yang begitu kuat sesungguhnya tidak mengherankan.
Hal ini karena semenjak JK memimpin DMI, beliau gencar mengampanyekan 10 program prioritas, diantaranya adalah ; perbaikan akustik masjid (sound system), untuk merealisasikan program ini, ratusan mobil akustik disediakan untuk menjangkau seluruh provinsi, hingga PP DMI menyiapkan pelatihan untuk mengakselerasi program ini.
Program lain yang tak kalah prioritas adalah aplikasi Masjid dan Media digital sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat digital (digital society).
Kemudian, Masjid Bersih dan Sehat, program ini juga massif digerakan. Kita melihat, DMI begitu segar di bawah kepemimpinan pak JK, bukan hanya pernah menjadi Wakil Presiden 2 kali, tetapi sebagai seorang pengusaha sukses dan juga mantan aktivis mahasiswa, beliau begitu menjadi energi yang mengaliri nafas gerak DMI.
Begitupun dalam menghadapi era disrupsi disruption era sebuah era terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran yang secara fundamental mengubah semua sistem.
Perubahan besar-besaran itu tidak lain karena kita sudah berubah menjadi masyarakat digital digital society yang mengubah hubungan manusia begitu sangat dekat. Era ini adalah era nya bagi generasi Milenial dan generasi Z atau Z Generation, generasi yang begitu akrab dengan media digital, sering juga disebut e generation, generasi elektronik.
Generasi ini pula adalah yang paling merasakan akan terjadinya bonus demografi, yang jika tidak diimbangi dengan kesiapan SDM, maka akan menjadi benih lahirnya kesenjangan yang begitu drastis di masa depan.
Wajar, jika di periode 2017-2022, JK memilih Arif Rosyid Hasan (ARH), mantan aktivis mahasiswa (Ketua Umum PB HMI 2013-2015 kini menjadi Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk ikut dalam kepengurusan PP DMI dengan menjadi ketua departemen pemuda dan remaja Masjid.
Masuknya Arif Rosyid Hasan ini semakin mengakselerasi posisi DMI sebagai khodimul ummat (pelayan ummat), tentunya pada aspek generasi Milenial. Di Jakarta, Bang Arif Rosyid Hasan menggelar banyak gerakan untuk mengingatkan Milenial akan kesiapan terhadap bonus demografi, seperti; Milenial Fest dll.
Ia juga aktor utama yang melahirkan Isyef (Indonesia Islamic Youth Forum), di Masjid Cut Mutia dan masjid-masjid di Jakarta, Isyef menggerakan ekonomi masjid dengan membuat Isyef Point. Ia sebagai wujud nyata kaum muda masjid yang menggerakan, masjid sebagai gerakan kebangkitan.
Alhasil, kehadiran Arif Rosyid Hasan menjadi spirit menggerakan pemuda remaja masjid mengisi ruang-ruang pengembangan sosial ekonomi masjid dan dengan sosok ARH, menghilangkan pandangan sebagian pihak bahwa DMI hanya di isi oleh orang tua.
Jika track model seperti ini, menjadi spirit pengembangan DMI di daerah, maka kita akan melihat DMI menjadi corong pengembangan sosial ekonomi ummat, tidak terkecuali dengan DMI Kota Serang. Mengingat Kota Serang memiliki potensi pengembangan seperti yang dilakukan di kota-kota besar.
Kota Serang, laju pertumbuhan penduduk meningkat, menjadikannya termasuk masyarakat urban (urban society) yang beragam. Tak, hanya dihuni oleh masyarakat asli, tetapi masyarakat di luar kota Serang dengan berbagai latar belakang pendidikan dan profesi.
Ini tentu menjadi kekuatan tersendiri, sehingga Pemuda DMI memiliki peran vital dalam mengakselerasi pengembangan sosial ekonomi anak muda berbasis masjid. Kuncinya, kolaborasi, baik dari generasi senior dengan junior, pemerintah daerah, sektor swasta maupun unsur lainnya.
Mimpi kita adalah lahir dan munculnya gerakan bangkit dari masjid yang diegerakan anak-anak muda di Kota Serang, ekonomi masjid hingga masjid digital. Apalagi di masa pandemi ini, peran DMI sungguh dinanti ummat.
Akhirnya, kita berharap spirit kolaborasi ini menjadi kunci memutus mata rantai masalah sosial ummat, yakni semua unsur harus ikut terlibat aktif berkolaborasi melakukan percepatan pengembangan di Kota Serang, tanpa terkecuali adalah unsur Masjid.
Selamat dilantik kepengurusan DMI Kota Serang Masa Khidmat 2021-2016, Selamat Bekerja, Selamat Berlokaborasi.
*) Penulis adalah Ketua Bidang Kepemudaan DMI Kota Serang.













