Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Kampus · 14 Sep 2024 06:30 WIB ·

Hidup Diatur FYP


 Hidup Diatur FYP Perbesar

Oleh : Elsa Loenita Damayanti

Nama saya Elsa Loenita Damayanti. Saat SMA, saya mendapat julukan “si paling organisasi”. Hal itu terjadi karena terkenal aktif di beberapa organisasi dan ekstrakurikuler dengan memegang peran sebagai ketua di dua organisasi dan pengurus di tiga ekstrakurikuler sekaligus.

Sehingga hidup saya juga tidak pernah merasa gabut sedikitpun. Bahkan dari Senin sampai Minggu, kebanyakan aktivitas dipenuhi dengan kepentingan organisasi dan ekstrakurikuler.

Memasuki kelas 12, perlahan mulai mengakhiri satu persatu peran di organisasi dan ekstrakurikuler. Hidup berubah drastis, penuh kegabutan dan tak ada lagi yang dilakukan selain hanya belajar, belajar dan belajar.

Semakin lama semakin jenuh dan stress. Mulai mencari cara dan ide hal apa yang bisa dilakukan untuk mengisi kegabutan di sela-sela belajar agar tidak jenuh dan stress.

Suatu ketika sedang jamkos di kelas, perhatian saya tertuju pada sekelompok orang yang sedang membincangkan suatu hal menarik. Salah satu dari mereka mengatakan “Kalo gabut, scroll tik-tok saja, selain bisa menghilangkan stress kita juga bisa mendapatkan rekomendasi fashion atau apapun itu yang sedang trand”. Mendengar hal itu membuat diri ini berpikir sejenak, dan tergerak mencobanya.

Tiba di rumah, aplikasi tik-tok yang sudah lama dihapus di instal kembali dan langsung membukanya. Postingan-postingan yang lewat di fyp sangat relate dengan kehidupan saya.

Sejak kembali menginstal tik-tok, sangat merasa lebih mudah dalam menentukan pilihan dan merasakan kenyamanan disini. Setiap pagi, setiap malam, dan setelah bangun tidur selalu saja langsung scrol tik-tok, melihat apa yang ada dalam fyp.

Setiap ingin makan, minum, memilih baju, hingga cara berpikir, saya selalu mengandalkan dan mengikuti apa yang fyp instrusikan. Sekalipun saya tak suka.

BACA JUGA   KTT G20 Bangkitkan UMKM Nasional

Kini, waktu saya hanya dihabiskan dengan rebahan dan scroll tik-tok. Tanpa disadari saya meninggalkan kegiatan belajar di luar jam sekolah. Dan sekarang kebanyakan bermalas-malasan, hanya berada di depan layar HP setiap harinya.

Algoritma tik-tok ini seolah olah menjadi kompas dalam hidup. Sebagai penentu arah yang harus saya lakukan selanjutnya.

Suatu ketika saya pergi ke sebuah acara di sekolah. Tak sengaja mengamati orang-orang di lingkungan sekitar. Kebanyakan mereka memakai fashion yang sama dan cara berbicara nya pun sama. Anjir, anjay, bjir, atau apalah itu. Gaya berbicara mereka persis seperti apa yang lewat di fyp.

Lalu saya melihat seseorang. Hanya dia yg terlihat berbeda diantara yang lain. Dia tampil apa adanya, bahkan fashion yg di pakai, barang yang di bawa jauh dari tren.

Tetapi, dia terlihat begitu nyaman dengan dirinya sendiri, sementara saya masih terus merasa terjebak dalam tren yang sebenarnya tidak mencerminkan siapa saya.

Pada titik itu, saya mulai bertanya-tanya, apakah saya benar-benar ingin terus hidup mengikuti tren fyp tik-tok. Hingga akhirnya saya tersadar harus kembali ke diri saya yang dulu sebelum terlalu jauh.

Hari-hari berikutnya saya mulai mengurangi waktu di TikTok. Mencoba untuk tidak terlalu bergantung pada apa yang trending, dan fokus pada hal-hal yang benar-benar suka.

Perlahan-lahan, saya merasa lebih bebas. Tidak harus mengikuti tren membuat saya merasa lebih ringan. Dan Yang paling penting, sekarang saya belajar untuk lebih menghargai diri sendiri dan tidak terlalu keras pada diri ini.

Saya mulai menemukan kebahagiaan dan menikmati waktu untuk diri sendiri. Sekarang, saya tahu bahwa menjadi diri sendiri, terlepas dari apa yang sedang ngetren, adalah kunci untuk merasa bahagia dan puas dengan hidup. (*)

BACA JUGA   PB ESI Incar Juara Umum di IESF World Esport Championsip

Penulis adalah mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Untirta angkatan 2024.

Artikel ini telah dibaca 213 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BCA Berbagi Ilmu di Untirta Angkat Filosofi “The Art of Falling” untuk Bekal Karier Mahasiswa

19 Mei 2026 - 16:12 WIB

Untirta Gelar Pekan Literasi “PELITA”, Perkuat Budaya Membaca di Era Digital

5 Mei 2026 - 07:06 WIB

Kolaborasi Untirta–Polda Banten Perkuat Implementasi Perlindungan Perempuan dan Anak

29 April 2026 - 18:59 WIB

HIMADIKSIO Untirta Laksanakan Studi Banding ke Universitas Negeri Jakarta

27 April 2026 - 21:38 WIB

UPA Perpustakaan Untirta Gelar Bedah Buku ‘Baduy Masyarakat 1001 Tabu’ Karya Uday Suhada

16 April 2026 - 08:21 WIB

Eksotisme, Alami dan Memikat; Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

11 April 2026 - 22:35 WIB

Trending di Opini