TIRTAYASA.ID – Setelah beberapa pekan dari pengunduran diri Zainudin Amali, Presiden Joko Widodo akhirnya resmi melantik Dito Ariotedjo sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, di Istana Negara, Senin 3 April 2023.
Sosok Dito Ariotedjo merupakan Politisi muda Partai Golkar berusia 32 tahun. Ia lahir pada 25 September 1990. Kendati masih muda, tetapi Dito kaya akan berbagai pengalaman dan prestasi kepemudaan maupun keolahragaan.
Dito diketahui pernah menjadi Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia periode 2017-2022. Dito juga merupakan Chairman RANS Nusantara FC, Ketua Umum Pengurus Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISS) Provinsi DKI Jakarta, dan sejak tahun 2022 lalu merupakan tim ahli Menko Perekonomian RI.
Dito merupakan lulusan SMA N 6 Jakarta dan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Selama di bangku kuliah, Dito aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UI, dan aktif di dunia gerakan mahasiswa, yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
“Kami ucapkan selamat kepada Mas Dito yang telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pemuda dan Olah Raga pada hari Senin, 3 April 2023 ini,” ujar Sekretaris Yayasan Perkaderan Insan Cita Himpunan Mahasiswa Islam (YPIC-HMI), Endah Cahya Immawati
“InsyaAllah beliau amanah dan dapat membawa dunia olahraga di tanah air menjadi lebih maju, berprestasi dan membawa Pemuda Indonesia menjadi pemuda yang unggul dan berdaya saing,” tambah Endah.
Selanjutnya Endah menjelaskan, Dito merupakan sosok yang peduli pada masa depan generasi muda Indonesia. Ini dibuktikan dengan keterlibatannya menjadi salah satu Dewan Penyantun di Yayasan Perkaderan Insan Cita.
Tak hanya itu, Dito rutin memberikan donasi yang digunakan untuk berbagai kegiatan perkaderan, Serta memberikan dukungan di dalam pengembangan aktivitas pada bidang kepemudaan.
“Dipilihnya Dito sebagai Menpora adalah bukti bahwa anak muda adalah masa depan dari perjalanan bangsa ini,” katanya.
Endah menyebutkan adanya beberapa tantangan dalam bidang pembangunan Kepemudaan, yakni adanya bonus demografi, kesenjangan pemuda kota dan desa, disrupsi digital, ketahanan kesehatan dan krisis rantai pasok dunia (global supply chain).
Sedangkan pekerjaan rumah dalam bidang keolahragaan antara lain, salah satunya adalah transformasi sepakbola tanah air dan cabang olahraga lainnya menjelang Olimpiade 2024. (Rls)













