SERANG – Pasca terjadinya genangan di sejumlah titik ruas Tol Tangerang–Merak, ASTRA Infra Toll Road Tangerang–Merak (ASTRA Tol Tamer) melakukan evaluasi internal secara menyeluruh sebagai langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Evaluasi internal tersebut meliputi kesiapan infrastruktur drainase, efektivitas sistem pengendalian genangan, pola operasional saat cuaca ekstrem, serta respons penanganan di lapangan.
Hasil evaluasi ini menjadi dasar penguatan langkah mitigasi ke depan, baik dari aspek teknis maupun operasional.
Selain evaluasi internal, ASTRA Tol Tamer juga melakukan evaluasi bersama dan memperkuat koordinasi lintas instansi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWSC3) serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Koordinasi ini dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi hidrologi, kapasitas sistem pengendalian banjir, serta keterkaitan antara infrastruktur jalan tol dengan infrastruktur sungai di sekitarnya.
“Evaluasi ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkuat mitigasi risiko genangan ke depan,” ujar Direktur ASTRA Tol Tamer, Rinaldi, 30 Januari 2026.
“Melalui koordinasi lintas instansi, kami berkomitmen menghadirkan penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan demi kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan,” tambah Rinaldi.
Berdasarkan hasil evaluasi bersama, genangan disebabkan oleh curah hujan ekstrem dengan intensitas tinggi dalam waktu relatif singkat, yang disertai luapan Sungai Cidurian.
Luapan tersebut masuk ke area danau retensi hingga melampaui kapasitas tampung, sebagaimana hasil analisis komprehensif BBWSC3 yang diperkuat dengan temuan kondisi lapangan.
Sebagai tindak lanjut, telah dirumuskan langkah-langkah antisipatif jangka pendek dan jangka panjang yang akan dilaksanakan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing instansi.
Untuk jangka pendek, ASTRA Tol Tamer melakukan penguatan tanggul menggunakan metode yang telah disepakati bersama guna mencegah air limpasan masuk ke jalur tol.
Tim pemeliharaan ASTRA Tol Tamer juga telah menyiagakan tanggul di sejumlah titik rawan genangan, yakni KM 38 arah Jakarta, serta KM 48 dan KM 70+800 arah Merak.
ASTRA Tol Tamer berharap sinergi dan koordinasi berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan dapat meningkatkan ketahanan infrastruktur jalan tol terhadap risiko genangan.
Kepada para pengguna jalan, ASTRA Tol Tamer mengimbau agar selalu memperhatikan informasi lalu lintas terkini, mematuhi rambu serta arahan petugas di lapangan, dan meningkatkan kewaspadaan saat hujan dengan intensitas tinggi. (*/rls)












