Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Nasional · 1 Des 2025 22:47 WIB ·

PWNU Banten Serukan Islah Terkait Konflik di PBNU


 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten menggelar rapat internal pada Senin, 1 Desember 2025, bertempat di Kantor PWNU Banten sebagai respons atas dinamika yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belakangan ini. Perbesar

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten menggelar rapat internal pada Senin, 1 Desember 2025, bertempat di Kantor PWNU Banten sebagai respons atas dinamika yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belakangan ini.

SERANG – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten menggelar rapat internal pada Senin, 1 Desember 2025, bertempat di Kantor PWNU Banten sebagai respons atas dinamika yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belakangan ini.

Rapat ini dihadiri oleh Rois Syuriah PWNU Banten KH. Ahmad Syatibi Hambali, Katib PWNU Banten KH. Husnul Aqib Amin, Ketua PWNU Banten KH. Hafis Gunawan, serta Sekretaris PWNU Banten H. Amad Nuri.

Dalam pernyataannya, PWNU Banten menyerukan pentingnya islah (perdamaian) dan penyelesaian konflik secara bermartabat melalui mekanisme organisasi yang berlandaskan nilai-nilai tasamuh, tawazun, dan ukhuwah nahdliyah.

PWNU Banten menegaskan bahwa ajakan islah ini selaras dengan taushiyah dan arahan para kiai sepuh dalam pertemuan di Ploso—sebuah momentum penting yang menekankan pentingnya persatuan, menjaga marwah jam’iyyah, dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan. Pertemuan para kiai sepuh di Ploso tersebut dinilai sebagai rujukan moral dan spiritual bagi seluruh kader NU dalam menjaga keutuhan organisasi.

“PWNU Banten memandang bahwa menjaga marwah organisasi jauh lebih utama daripada mempertahankan kepentingan yang berpotensi memecah belah. NU harus tetap menjadi rumah besar umat yang teduh dan mempersatukan,” ujar Rais Syuriah PWNU Banten KH. Ahmad Syatibi Hambali.

Rais Syuriah PWNU Banten juga menekankan bahwa semangat islah sebagaimana digelorakan para kiai sepuh harus menjadi pedoman bersama.

“Apa yang disampaikan para masyayikh di Ploso menjadi cahaya penuntun bagi kita. Kami berharap semua pihak dapat duduk bersama, bermusyawarah, dan mengedepankan kepentingan jam’iyyah,” ujarnya.

PWNU Banten turut mengimbau seluruh pengurus, kader, dan warga nahdliyin untuk menjaga ketenangan, tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh suasana, serta tetap fokus pada penguatan peran sosial-keagamaan di tengah masyarakat.

BACA JUGA   Untirta Bentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual

Dengan seruan islah ini, PWNU Banten berharap konflik yang terjadi di PBNU dapat segera diselesaikan secara damai, arif, dan penuh hikmah, sesuai teladan para kiai sepuh sebagaimana pertemuan di Ploso.

Sebagaimana diketahui bahwa telah diadakan pertemuan Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, Ahad (30/11/2025). Dah hasil pertemuan tersebut salah satu poinnya adalah agar PBNU Islah demi kemaslahatan Umat. (*/rls)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kota Serang Juara Kejurda Sepak Bola Mini SMA se-Banten 2026

1 Juni 2026 - 10:08 WIB

BCA Berbagi Ilmu di Untirta Angkat Filosofi “The Art of Falling” untuk Bekal Karier Mahasiswa

19 Mei 2026 - 16:12 WIB

GP Ansor Kota Serang Meriahkan Turnamen Sepak Bola Pemuda Selatri di Terondol

17 Mei 2026 - 19:06 WIB

GP Ansor Kota Serang Terlibat Aktif Perluas Perlindungan Pekerja Informal Bersama BPJS Ketenagakerjaan

6 Mei 2026 - 11:50 WIB

Untirta Gelar Pekan Literasi “PELITA”, Perkuat Budaya Membaca di Era Digital

5 Mei 2026 - 07:06 WIB

Kolaborasi Untirta–Polda Banten Perkuat Implementasi Perlindungan Perempuan dan Anak

29 April 2026 - 18:59 WIB

Trending di Hukum & Kriminal