SERANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri mengeluarkan revisi Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka untuk peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Dasar (SD) di Kota Serang.
Kebijakan ini dikeluarkan berdasarkan Surat Pemberitahuan yang ditujukan kepada Kepala Satuan PAUD, TK, dan SD di Lingkungan Kota Serang, Nomor : 400.3.5/2607/Dispendbudkot/2025 pada tanggal 2 September 2025.
Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebelumnya dikeluarkan untuk semua jenjang pada satuan pendidikan mulai 1-4 September 2025 terkait mengantisipasi peningkatan eskalasi kondisi sosial, politik dan keamanan pasca aksi demonstrasi.
Guna memastikan KBM tatap muka pada jenjang PAUD, TK dan SD di wilayah Kota Serang, Rabu 3 September 2025 pagi, Kepala Disdikbud Kota Serang melakukan kunjungan ke enam SD yang tersebar di enam Kecamatan.
“Kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya tanggal 1 hingga tanggal 2 September secara daring hari ini (3 September 2025) kita berlakukan luring atau sekolah biasa,tatap muka,” ujar Nuri kepada wartawan saat di wawacari di SDN 7 Kota Serang.
Pria yang juga menjabat sebagaia Sekretaris PW NU Provinsi Banten itu mengatakan, kebijakan revisi ini dilakukan situasi kondisi keamanan di wilayah Kota Serang dalam kondusif. Termasuk, aspirasi dari masyarakat.
“Jadi, kunjungan saya selain soal surat edaran tersebut, juga agar pihak sekolah baik Kepala Sekolah dan guru guru bila kedatangan pihak Dinas Pendidikan tidak panik, bahkan harus berlebihan dalam hal menyambut kedatangan kami,” katanya.
Kunjungan Dinas Ke Sekolah Tak Jadi Beban
Nuri berharap ke depan kedatangan pihaknya ke sekolah tak menjadi beban. Bahkan, harus menyiapkan jamuan berlebihan.
“Justru kami dari pihak Dinas Pendidikan kalau ada rezeki harus berbagi ke murid murid, seperta tadi kita bagi susu, dan uang jajan bagi yang bisa menjawab pertanyaan yang saya tanyakan ke mereka,” katanya.
Kata Nuri, ke dapan sesuai perintah Walikota Serang, harus membangun siswa yang punya karakter berbudi dan peduli. Kerana sebelum punya ilmu siswa harus memiliki karakter berbudi, peduli dan punya adab.
“Ini yang saat ini akan kita gelorakan. Kenapa harus peduli, ini saya sampaikan gagasan pendidikan, contoh lingkungan sekolah yang sudah rapi dan bersih,” katanya.
“Nah kita harus tanamkan ke siswa bahwa kebersihan itu bukan hanya milik sekolah, kemudian sekolah juga harus mengajarkan bagimankan siswa bisa peduli kepada lingkunganya,” tambah Nuri. (*/rls)














