Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Ekonomi · 16 Des 2021 00:28 WIB ·

Jaminan Sosial untuk Pekerja Informal Butuh Penanganan Ekstra


 Jaminan Sosial untuk Pekerja Informal Butuh Penanganan Ekstra Perbesar

TIRTAYASA.ID, SERANG –  Program jaminan sosial untuk melindungi warga Negara nampak pelaksanaannya tidak pernah surut dari kendala yang dihadapi. Kendati adanya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011, tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), tetapi masih saja timbul kendala, yang justru memerlukan penanganan ekstra. 

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Provinsi Banten, Prof. Dr. Lili Romli, menyatakan urusan jaminan sosial yang menyangkut kepentingan masyarakat membutuhkan penanganan khusus dan perlu ikutserta para pihak (stake holder). 

“Jaminan sosial sangat penting untuk melindungi warga Negara. Maka penanganannya harus ada keikutsertaan stake holder agar program berjalan sesuai yang diharapkan,” ujarnya usai menggelar Focus Group Discussion bertema ‘Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Rentan: Tanggungjawab Siapa?’ di Rumah Makan Cibiuk, Kota Serang, Rabu (15/12). 

Seperti jaminan sosial untuk para pekerja, pada sektor ketenagakerjaan di kenal dengan tenaga kerja formal dan informal. Dalam hal jaminan sosial bagi tenaga kerja formal pelaksanaannya tidak terlalu sulit karena adanya pemberi kerja yang mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. 

“Ya untuk tenaga kerja formal tidak terlalu sulit, karena pemberi kerja yang pastinya sudah mendaftarkan pekerjanya ke badan penyelenggara,” kata Lili Romli. 

Tetapi bagi tenaga kerja informal, kata Lili Romli menjelaskan, perlu ekstra dalam penanganannya karena tersebar dan tidak berkelompok. Maka pemerintah harus merangkul organisasi masyarakat (Ormas) yang konsen terhadap kepentingan masyarakat dan pembangunan di Banten. 

Sementara itu Muhammad Zuhri, Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan, tenaga kerja informal tersebar diberbagai pelosok secara individu. Ini berbeda dengan tenaga kerja formal yang berkelompok dan jelas keberadaannya. 

“Tenaga kerja informal itu sangat banyak. Mereka individu, seperti petugas masjid, petani, nelayan, para pengusaha kecil, juga pedagan. Mereka riskan terhadap kecelakaan dan juga penting bagi mereka untuk mendapat jaminan hari tuanya,” kata M. Zuhri. 

BACA JUGA   Airlangga Presiden, Andika Gubernur Banten Menggema

BPJS Ketenagakerjaan, lanjutnya, ada program disebut penerima upah (PU) dan bukan penerima upah (BPU). Bagi PU, tentunya sudah jelas mereka pekerja-pekerja di perusahaan yang mendaftarkannya. Tetapi bagi BPU sangat banyak dan penangannya memerlukan andil para stake holder, khususnya Ormas-ormas yang visi misinya terkait dengan kepentingan masyarakat. 

Sementara menurut kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten, Yasarudin, BPJS Ketenagakerjaan memiliki visi mewujudkan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang terpercaya, berkelanjutan dan menyejahterakan seluruh pekerja Indonesia. Sedangkan misinya, melindungi, melayani dan menyejahterakan pekerja dan keluarga. 

Memberikan rasa aman, mudah dan nyaman untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing peserta. Misi lain BPJS Ketenagakerjaan, memberikan kontribusi dalam pembangunan dan perekonomian Bangsa dengan tata kelola yang baik.

Pada kesempatan itu ormas-ormas yang hadir seperti ICMI, PW NU, Muslimat, Aisyiyah, PUB, BAZNAS Banten, FSPP, DD Banten, IPJI, KNPI dll menandatangani pernyataan bersama yang mendorong agar Pemerintah Provinsi, Kab/Kota, Swasta, dan seluruh stakeholder untuk peduli kepada kesejahteraan sosial ketenagakerjaan pekerja rentan di Banten. (rls)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

KSMI Banten dan Kota Serang Gelar Konsolidasi, Perkuat Arah Pengembangan Mini Soccer

25 April 2026 - 10:00 WIB

Ansor Banser PAC Serang Gelar Santunan Anak Yatim dalam Peringatan Harlah ke-92 GP Ansor

24 April 2026 - 16:01 WIB

Dinkes Kota Serang Intensifkan Intervensi, Tekan Angka Stunting Bertahap

16 April 2026 - 10:19 WIB

UPA Perpustakaan Untirta Gelar Bedah Buku ‘Baduy Masyarakat 1001 Tabu’ Karya Uday Suhada

16 April 2026 - 08:21 WIB

Perkuat Ekosistem JKN, BPJS Kesehatan Bangun Sinergi dengan Posbankum

9 April 2026 - 08:16 WIB

Untirta dan Bank Indonesia Jalin Kerja Sama dan Perkuat Sinergi melalui Kick Off Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan 2026

8 April 2026 - 14:03 WIB

Trending di Kampus