Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Nasional · 10 Apr 2021 15:02 WIB ·

65,3 Persen Milenial Setuju Pancasila sebagai Ideologi Pembangunan Indonesia


 65,3 Persen Milenial Setuju Pancasila sebagai Ideologi Pembangunan Indonesia Perbesar

Hasil Survey Indonesian Presidential Studies

TIRTAYASA.ID – 65,3 persen Generasi Milenial dan Post-Milenial di Indonesia setuju dengan pandangan Pancasila sebagai Ideologi untuk membangun Negara-Bangsa Berbasis Agama Mayoritas/Islam Pembukaan UUD 1945 menyebutkan Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia. 

Namun, tafsir atas Pancasila terus berubah seiring dengan perubahan lanskap sosial politik yang terjadi di Indonesia. Pada masa Orde Baru, tafsir Pancasila cenderung dimonopoli oleh rezim penguasa. Pancasila ditafsirkan sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan rezim Orde Baru. 

Urgensi Perlindungan Hukum Bagi Korban Pelecehan Seksual

Seiring dengan demokratisasi yang terjadi, Pancasila di era reformasi bisa ditafsirkan oleh actor negara maupun non-negara. Pancasila menjadi lokus kontestasi tafsir seiring dibukanya keran kebebasan di Indonesia. 
Setidaknya ada tiga ragam konservatif nasional, konservatif Islamis dan konvergensi diantara keduanya. 

Guna memotret perkembangan perspesi publik terhadap Pancasila, Pusat Studi Pancasila (PSP) UGM bekerjasama dengan Indonesian Presidential Studies (IPS) menyelenggarakan rilis dan diskusi hasil survey nasional bertajuk Pandangan Publik terhadap Pancasila pada Jumat, 10 April jam 14.00 yang diselenggarakan melalui zoom meet.

Acara rilis dan diskusi tersebut dibuka oleh Agus Wahyudi, PhD selaku Kepala Pusat Studi Pancasila (PSP) UGM. Dalam pengantarnya, Agus menegaskan bahwa riset yang terkait Pancasila perlu terus dilakukan tidak hanya berkaitan aspek normative saja, namun juga pada hal-hal yang bersifat empiric. Termasuk dengan memotret dinamika pandangan masyarakat mengenai Pancasila.

Nilai-Nilai Pancasila Menguatkan NKRI

Agus mengatakan, pokok dari riset ini adalah siapa dan bagaimana Pancasila harus dikembangkan ke depannya. Salah satunya adalah melakukan penekanan terhadap Pancasila apakah harus tetap menggunakan tafsir negara atau otonom dari negara. 

Survei ini, kata Agus, mengindikasikan tentang kondisi masyarakat Indonesia hari ini dan apa tantangan yang sedang kita hadapi sehingga kita memiliki penunjuk bagaimana Pancasila dikembangkan ke depannya. 

BACA JUGA   INA Berpotensi Menjadi Katalis Investasi Besar

Direktur Eksekutif IPS, Nyarwi Ahmad menjelaskan, survei tersebut digelar secara nasional di seluruh provinsi Indonesia dengan mengacu pada profil demografi penduduk Indonesia yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). 

Survei dilakukan dengan metode penarikan sample multistage random sampling dengan margin eror plus minus 2,9 persen. Sebanyak 1.200 responden diseleksi dengan metode tersebut untuk merepresentasikan populasi penduduk Indonesia.

Pancasila Manifestasi Demokrasi Indonesia

Metode pengumpulan data dalam survey tersebut, dilakukan dengan metode wawancara tatap muka. Responden ditanya tentang sejumlah pertanyaan sejah mana mereka setuju dengan jenis narasi Pancasila berikut. 
Pertama, pandangan yang menyatakan bahwa Pancasila adalah ideologi NKRI yang dapat digunakan Pemerintah untuk menentukan menentukan identitas bangsa Indonesia.

Kedua, Pandangan yang menyatakan bahwa Pancasia adalah ideologi negara-bangsa Indonesia yang berbasis pada agama mayoritas/Islam. Salah satu hasil temuan dari survei tersebut adalah menguatnya pandangan generasi muda yang konservatif terhadap Pancasila. 

Data survey nasional yang ditemukan oleh IPS menunjukkan ada sekitar 65,3 persen generasi Y atau milenial (27-40) dan 65,9 persen generasi Z atau post-milenial (dibawah 26 tahun) yang setuju/sangat dengan pandangan bahwa Pancasila merupakan ideologi untuk mewujudkan negara-bangsa yang religious berdasarkan agama mayoritas, yakni agama Islam. 

Angka ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan Babby Boomer yang mmengatakan tidak setuju sebesar 25,4 persen. Adapun generasi yang paling resisten adalah generasi X (kelahiran 1965-1981), yakni sebesar 30,5 persen. 

Menghadirkan Pancasila di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Menurut Nyarwi, data survei ini juga menunjukan bahwa mereka yang berusia dibawah 30 tahun mendukung pandangan ini jumlahnya lebih besar dibandingkan mereka yang berusia diatasnya yang mendukung pandangan ini. Ini menunjukan bahwa narasi Pancasila seperti di atas (konservatisme religius) potensial berkembang pesat dikalangan anak muda di Indonesia.

BACA JUGA   Gema MA Tangguh; Merawat persatuan, Merayakan perbedaan, Menuju Indonesia Tangguh

Khususnya yang berusia dibawah 30 tahun. Ini menjadi warning bagi Kemendikbud perlunya mengantisipasi dengan penguatan Pendidikan karakter kebangsaan diberbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk merespon perkembangan tersebut. (rls)

Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

KSMI Banten dan Kota Serang Gelar Konsolidasi, Perkuat Arah Pengembangan Mini Soccer

25 April 2026 - 10:00 WIB

Ansor Banser PAC Serang Gelar Santunan Anak Yatim dalam Peringatan Harlah ke-92 GP Ansor

24 April 2026 - 16:01 WIB

Dinkes Kota Serang Intensifkan Intervensi, Tekan Angka Stunting Bertahap

16 April 2026 - 10:19 WIB

UPA Perpustakaan Untirta Gelar Bedah Buku ‘Baduy Masyarakat 1001 Tabu’ Karya Uday Suhada

16 April 2026 - 08:21 WIB

Perkuat Ekosistem JKN, BPJS Kesehatan Bangun Sinergi dengan Posbankum

9 April 2026 - 08:16 WIB

Untirta dan Bank Indonesia Jalin Kerja Sama dan Perkuat Sinergi melalui Kick Off Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan 2026

8 April 2026 - 14:03 WIB

Trending di Kampus