SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat bencana alam yang melanda wilayahnya sejak Jumat hingga Minggu 2-4 Januari 2026 telah menimpa lebih dari 5.173 jiwa. Bencana yang terdiri dari banjir, pohon tumbang, dan kerusakan bangunan merupakan dampak dari cuaca ekstrem yang melanda kawasan Banten.
Berdasarkan laporan BPBD Kota Serang per Minggu pukul 22.30 WIB, tercatat 1.703 kepala keluarga terdampak dengan rincian 1.266 rumah terendam air dan 16 rumah rusak. Sebanyak 117 kepala keluarga memilih mengungsi, sementara dua fasilitas umum yakni SDN Ambon dan SMPN 25 juga tergenang banjir.
Kepala BPBD Kota Serang, Diyat Hermawan dalam laporannya menyebutkan banjir terjadi di 20 lokasi yang tersebar di berbagai kelurahan. Tingkat ketinggian air berkisar dari 10 sentimeter hingga 1 meter, dengan lokasi terdampak terbanyak berada di Kecamatan Kasemen terutama di kelurahan Banten, Margaluyu, Kasunyatan, dan Sawah Luhur.
“Sebagian besar wilayah telah menunjukkan tren surut dengan tinggi muka air (TMA) saat ini berkisar 10-40 sentimeter. Namun, beberapa lokasi masih mengalami genangan air,” jelasnya.
Selain banjir, cuaca ekstrem juga menyebabkan terjadinya pohon tumbang di empat lokasi di Kecamatan Kasemen dan Serang. Pohon tumbang di Link. Tanggul Indah menghalangi akses jalan, sedangkan pohon tumbang di area makam Sultan Maulana Hasanuddin menimpa bangunan kamar mandi. Pohon tumbang di Kali Bedeng mengganggu laju air banjir. Seluruh kejadian pohon tumbang telah ditangani oleh petugas BPBD.
Cuaca ekstrem juga mengakibatkan 15 rumah rusak yang tersebar di Kecamatan Serang, Taktakan, Walantaka, dan Kasemen. Kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat, mencakup kerusakan atap, tembok, kamar, dan ruang tengah. Rumah milik Rohayah di Link. Lemah Abang 2, Kelurahan Warung Jaud, mengalami kerusakan paling parah mencapai 80 persen (rusak berat).
Dalam upaya penanggulangan bencana, BPBD Kota Serang telah mengerahkan personil dan peralatan untuk monitoring wilayah terdampak. Lembaga ini juga membuka dapur umum bersama Dinas Sosial Provinsi Banten dan Kota Serang untuk memenuhi kebutuhan pangan pengungsi.
“Kami terus melakukan pendataan dan asesment kerusakan rumah. Tim kami juga melakukan pemantauan cuaca secara berkelanjutan melalui koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),” katanya.
BPBD Kota Serang menghimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca. Masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana diingatkan untuk selalu berhati-hati, sementara pengguna jalan yang melintas di daerah rawan longsor dan pohon tumbang diminta tetap waspada.
Untuk informasi terbaru mengenai situasi kebencanaan, masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD Kota Serang atau mengikuti perkembangan melalui media sosial resmi BPBD Kota Serang. (*)












