Penurunan cakupan vaksin, melemahnya pengawasan campak, serta interupsi dan penundaan imunisasi yang terus berlanjut karena pandemi, telah menjadikan campak sebagai ancaman yang akan segera terjadi di setiap wilayah di dunia.
Situasinya parah, kata laporan itu, karena campak adalah salah satu virus manusia yang paling menular, meskipun hampir seluruhnya dapat dicegah melalui vaksinasi.
Cakupan 95 persen atau lebih dari dua dosis vaksin diperlukan untuk menciptakan kekebalan kawanan yang akan melindungi masyarakat.
Namun, tingkat cakupan global berada pada level terendah sejak 2008, meskipun berbeda di setiap negara.
Saat ini, hanya 81 persen anak-anak yang menerima dosis vaksin pertama yang mengandung campak, dan 71 persen mendapatkan dosis kedua.
Identifikasi komunitas yang berisiko
Laporan tersebut memperingatkan bahwa campak di mana saja merupakan ancaman di mana-mana, karena virus dapat dengan cepat menyebar ke seluruh komunitas dan lintas batas.
Selain itu, tidak satu pun dari enam wilayah WHO di seluruh dunia yang mencapai dan mempertahankan eliminasi campak.












