Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Kampus · 20 Jul 2025 08:16 WIB ·

Menyulam Pendidikan dan Pelestarian Budaya Ala Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Untirta di Kampung Seni Yudha Asri 


 Menyulam Pendidikan dan Pelestarian Budaya Ala Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Untirta di Kampung Seni Yudha Asri  Perbesar

SERANG – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) tahun 2025 melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) di Kampung Seni Yudha Asri, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, pada 15-19 Juli 2025.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari peran pendidikan dalam merawat dan memperkuat identitas lokal melalui pelestarian budaya.

Tema kegiatan ‘Merajut Warisan Budaya Melalui Pendidikan Demi Menjaga Identitas Lokal’ menghadirkan beragam aktivitas tidak hanya aspek edukatif, tetapi juga menggugah kesadaran akan pentingnya kebudayaan sebagai pondasi sosial.

Selama lima hari, mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Kampung Seni Yudha Asri dipilih sebagai lokasi pengabdian karena karakteristik budayanya yang kuat dan peran aktif masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.

Sanggar Seni Yudha Asri menjadi mitra strategis dalam kegiatan ini, memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para pelaku budaya sekaligus berkontribusi dalam menghidupkan tradisi.

“Melalui pengabdian ini, kami ingin membangun jembatan antara dunia pendidikan dan masyarakat. Kebudayaan bukan hanya untuk dipelajari, tapi juga untuk dijaga bersama,” ujar Tarmadi, Ketua Pelaksana kegiatan PPM 2025.

Perwakilan dari pimpinan Kampung Seni Yudha Asri dan Sanggar Seni, Rendi mengapresiasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan mahasiswa.

Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mahasiswa kami anggap sebagai agen perubahan yang membawa semangat gotong royong dan ide-ide baru yang membangun.

Pada acara penutupan, digelar malam puncak yang menampilkan ragam seni tradisional seperti Rampak Bedug, Tari Mojang Peringanan, Tari Ngaruwat Bumi, Bedug Kerok, dan Tari Tujuh Ratu. Penampilan tersebut menjadi simbol dari proses belajar yang saling memperkuat antara mahasiswa dan masyarakat.

BACA JUGA   PKS Banten dan Pemuda Muhammadiyah Kerja Sama

Warga Kampung Yudha Asri menyambut hangat kehadiran para mahasiswa. Kesan mendalam dan semangat kebersamaan sebagai penanda pendidikan dan budaya adalah dua hal tidak dapat dipisahkan dalam membangun peradaban lokal yang berkelanjutan. (*)

Artikel ini telah dibaca 266 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BCA Berbagi Ilmu di Untirta Angkat Filosofi “The Art of Falling” untuk Bekal Karier Mahasiswa

19 Mei 2026 - 16:12 WIB

GP Ansor Kota Serang Meriahkan Turnamen Sepak Bola Pemuda Selatri di Terondol

17 Mei 2026 - 19:06 WIB

GP Ansor Kota Serang Terlibat Aktif Perluas Perlindungan Pekerja Informal Bersama BPJS Ketenagakerjaan

6 Mei 2026 - 11:50 WIB

Untirta Gelar Pekan Literasi “PELITA”, Perkuat Budaya Membaca di Era Digital

5 Mei 2026 - 07:06 WIB

Kolaborasi Untirta–Polda Banten Perkuat Implementasi Perlindungan Perempuan dan Anak

29 April 2026 - 18:59 WIB

400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO, AMSY Usulkan Film Layar Lebar

29 April 2026 - 14:52 WIB

Trending di Nasional