TIRTAYASA.ID – Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik PTMGRMD di bawah LLDIKTI Wilayah 4 telah berhasil menyelesaikan tugas mereka dengan gemilang.
Prestasi luar biasa ini ditandai dengan masuknya salah satu mahasiswa Untirta ke dalam nominasi 10 Mahasiswa Terinovasi dalam pembuatan One Village One Product (OVOP).
Keberhasilan ditandai dengan penyerahan produk OVOP kepada Pj Bupati Sumedang, Yudia Ramli, oleh mahasiswa Untirta. Penyerahan produk tersebut dilakukan dalam sebuah acara resmi yang dihadiri oleh para pejabat daerah, dosen pembimbing, serta perwakilan mahasiswa dari 142 Perguruan Tinggi.
Produk OVOP yang diserahkan merupakan hasil kerja keras dan inovasi mahasiswa dalam mengembangkan potensi lokal desa, yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Dalam kegiatan KKN Tematik PTMGRMD ini, para mahasiswa tidak hanya fokus pada pengembangan OVOP, tetapi juga berhasil menyelesaikan lima Key Performance Indicators (KPI) yang diarahkan oleh LLDIKTI Wilayah 4 dan Pemerintah Daerah Sumedang.
Kelimanya yaitu, Literasi Masyarakat Miskin, New Zero Stunting, Pusat Kesejahteraan Sosial, One Village One Product (OVOP), dan Program Inovasi Kampus.
“Kegiatan KKN ini sejalan dengan visi dan misi LPPM untuk memajukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kami akan terus mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan yang membawa perubahan nyata di masyarakat,” ungkap Ketua LPPM Untirta, Prof Dr Meutia.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras dan dedikasi semua pihak. Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagi kegiatan KKN berikutnya dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambah Dosen Pembimbing KKN, Mukhtar.
Ketua delegasi KKN Tematik PTMGRMD Untirta Nijar Nazwar Mulyana mengungkapkan kebanggaannya atas capaian gemilang timnya. Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya keras dan kolaborasi yang kuat antara anggota tim, serta dukungan yang diberikan oleh LLDIKTI Wilayah 4 dan Pemerintah Daerah Sumedang.
Mahasiswa jurusan Pendidikan Sosiologi Untirta itu mengungkapkan, salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah masuknya salah satu mahasiswa Untirta dalam nominasi 10 Mahasiswa Terinovasi melalui program OVOP.
Nijar memaparkan pentingnya lima KPI yang telah dicapai, seperti peningkatan literasi masyarakat miskin ekstrim, New Zero Stunting, Pusat Kesejahteraan Sosial, One Village One Product , dan Program inovasi kampus.
Nijar juga menegaskan setiap program yang dijalankan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Sumedang Khususnya di desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Tetapi juga meningkatkan pemahaman serta keterampilan mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan di lapangan.
Berbagai inisiatif yang dilakukan, seperti memberikan pelatihan dan bimbingan kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, Nijar berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat.
Selain itu, ia juga mendorong agar kolaborasi antara universitas, pemerintah, dan masyarakat terus ditingkatkan untuk mencapai dampak yang lebih besar dan berkelanjutan dalam memajukan kesejahteraan bersama.
“Tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga memotivasi untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi positif yang lebih besar lagi bagi pembangunan masyarakat di masa yang akan datang,” terangnya. (rls)














