SERANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Primagraha yang tergabung dalam Kelompok 06 melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Sukalaksana, Kecamatan Curug, Kota Serang.
Salah satu program unggulan yang berhasil dilaksanakan adalah pembagian banner promosi kepada 21 pelaku UMKM lokal sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat.
Dengan mengusung tema ‘Pemberdayaan Masyarakat Menuju Daerah Unggul’, mahasiswa berinisiatif membantu para pelaku UMKM agar dapat memaksimalkan potensi usaha mereka melalui strategi promosi sederhana namun efektif.
Banner yang dibagikan berisi informasi penting seputar usaha warga, seperti nama usaha, jenis produk, nomor kontak, serta desain visual yang menarik dan profesional.
Ketua Kelompok 06 KKM Mahasiswa Universitas Primagraha, Bayu Gilang Baskara mengaku menemukan banyak pelaku usaha dengan produk baik, tapi masih minim promosi.
“Kami mencoba memberikan solusi sederhana berupa banner usaha, dan memberikan edukasi seminar digital marketing berlokasi di posko KKM kelompok 06 agar warga bisa lebih mudah memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas,” ujarnya, Selasa 22 Juli 2025.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar membagikan banner, tetapi juga menjadi sarana edukasi langsung kepada warga mengenai pentingnya branding dan pemasaran visual dalam menjalankan usaha, terutama di tengah era digital seperti saat ini.
Lurah Sukalaksana, Kecamatan Curug, Su’adah mengapresiasi langkah konkret mahasiswa KKM Universitas Primagraha tersebut.
“Kami berterima kasih atas kepedulian mahasiswa. Bantuan ini bukan hanya sekadar materi, tetapi menunjukkan bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat bisa membawa dampak nyata bagi kemajuan desa,” katanya.
Santinah, pemilik usaha kue tradisional mengaku berterima kasih kepada mahasiswa KKM yang sudah peduli dengan usaha kecil dirinya. Kata dia, Banner yang dipasang sangat membantu buat menarik perhatian orang yang lewat.
“Jadi mereka tahu saya jualan jojorong, klepon, cecuwer dan lainnya. bukan hanya itu sekarang saya memiliki nama brand sendiri. Saya merasa sangat terbantu, apalagi selama ini promosi cuma dari mulut ke mulut. Semoga makin banyak anak muda yang peduli sama UMKM desa seperti ini,” katanya. (*/rls)












