Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Kampus · 12 Okt 2025 08:25 WIB ·

DPM KBM Untirta Gelar Diskusi Publik Kritik Kinerja DPRD dan Pemprov Banten


 DPM KBM Untirta Gelar Diskusi Publik Kritik Kinerja DPRD dan Pemprov Banten Perbesar

SERANG – Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa (DPM KBM) Untirta mengadakan Diskusi Publik dan Silaturahmi Lembaga Legislatif Mahasiswa Banten pada 11 Oktober 2025 dalam rangka Tirtayasa Legislative Fest.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai lembaga legislatif mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Banten yang bersama-sama mengkritisi kemandekan fungsi DPRD dan Pemerintah Provinsi Banten dalam mengawal kepentingan masyarakat daerah.

Diskusi ini mengangkat tema “DPRD dan Pemprov Banten dalam Bayang-Bayang Distrust Publik: Mengawal Kepentingan Daerah atau Mengulang Pola Representasi yang Mandek?”.

Para ketua DPM dan DLM dari berbagai kampus turut menjadi pemantik diskusi, membahas isu-isu krusial sektor pendidikan, ekonomi, industri, kesehatan, hingga lingkungan dan agraria.

Salah satu sorotan utama adalah pencemaran lingkungan akibat zat radioaktif Cesium-137 yang mencerminkan lemahnya pengawasan penerapan AMDAL oleh sektor industri.

Dampaknya terlihat dari menurunnya produktivitas lahan pertanian dan tergesernya petani akibat industrialisasi yang berjalan tanpa kontrol ketat pemerintah.

Kondisi ini juga diperburuk oleh fungsi DPRD yang dinilai kurang kuat dalam melakukan kontrol terhadap eksekutif dan banyaknya Peraturan Gubernur yang dibuat tanpa kontrol legislatif memadai.

Ketimpangan sosial dan masalah pengangguran juga menjadi isu penting yang dipaparkan, dengan angka kemiskinan di Banten yang masih tinggi meski APBD 2025 mencapai Rp17,8 triliun.

Kualitas pendidikan dan kesehatan di wilayah pedesaan dan daerah pinggiran dinilai belum merata, menunjukkan fungsi pengawasan DPRD yang belum optimal.

Ketua DPM KBM Untirta, Nijar Nazwar Mulyana, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar diskusi, tetapi konsolidasi intelektual legislatif mahasiswa untuk menghidupkan kembali makna representasi publik.

Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai watchdog moral untuk mengawal kebijakan publik agar benar-benar berpihak kepada rakyat dan membangun politik representasi yang substansial dan berbasis data.

BACA JUGA   September 2024, Pajak Atas Usaha Ekonomi Digital Tembus 28,91 Triliun

Diskusi publik ini menunjukkan bahwa mahasiswa Banten aktif menanggapi krisis representasi publik dengan semangat solidaritas dan keberanian mengkritik kekuasaan yang kurang responsif terhadap kepentingan masyarakat.

Melalui Tirtayasa Legislative Fest, mereka menegaskan komitmen untuk mendorong politik yang sehat dan bermakna di tingkat daerah maupun kampus. (*/rls)

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

GP Ansor Kota Serang Terlibat Aktif Perluas Perlindungan Pekerja Informal Bersama BPJS Ketenagakerjaan

6 Mei 2026 - 11:50 WIB

Untirta Gelar Pekan Literasi “PELITA”, Perkuat Budaya Membaca di Era Digital

5 Mei 2026 - 07:06 WIB

Kolaborasi Untirta–Polda Banten Perkuat Implementasi Perlindungan Perempuan dan Anak

29 April 2026 - 18:59 WIB

400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO, AMSY Usulkan Film Layar Lebar

29 April 2026 - 14:52 WIB

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Serang Jenguk Warga Sakit di Puri Citra Pipitan

29 April 2026 - 11:09 WIB

HIMADIKSIO Untirta Laksanakan Studi Banding ke Universitas Negeri Jakarta

27 April 2026 - 21:38 WIB

Trending di Kampus