Menu

Mode Gelap
Lantai Tiga Mapolda Banten Terbakar, Ini Kata Wakapolda  Presiden Prabowo Subianto Lantik Penasehat Khusus, Utusan Khusus dan Staf Khusus Presiden Presiden Prabowo Lantik Wakil Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo Subaianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jabat Presiden dan Wakil Presiden RI

Pemerintahan · 5 Sep 2024 18:15 WIB ·

DLH Banten Targetkan 5 Juta Penanaman Bibit dan Rehabilitasi Lahan


 DLH Banten Targetkan 5 Juta Penanaman Bibit dan Rehabilitasi Lahan Perbesar

SERANG – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten pada 2024 ini menargetkan 5 juta penanaman bibit pohon untuk rehabilitasi lahan seluas 2.500 hektar.

Lahan tersebut tersebar di sejumlah titik di Lebak, Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang. Upaya itu dilakukan untuk mengatasi bertambahnya lahan kritis di Provinsi Banten.

Berdasarkan data DLHK Provinsi Banten, luasan lahan kritis saat ini mencapai 157.545,9 hektar, dimana paling banyak tersebar di wilayah Banten Selatan yaitu di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Sisanya terdapat di Kabupaten Serang dan kabupaten Tangerang.

Kepala DLHK Provinsi Banten, Wawan Gunawan mengatakan, pada tahun 2024 pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 5 juta batang bibit pohon untuk program rehabilitasi lahan kritis.

“Ini untuk rehabilitasi lahan seluas 2.500 hektar. Dimana setiap hektar akan ditanami 600 batang bibit pohon dengan tinggi bibit 70 sentimeter,” kata Wawan, Kamis (8/8/2024) lalu.

Meski begitu, Wawan mengakui jika dalam penanganan lahan kritis tidak bisa dilakukan oleh pemerintah daerah saja. “Dibutuhkan kerjasama antar stakeholder, dalam hal ini swasta lewat CSR (corporate social responsibility, red),” ucapnya.

Di sisi lain, lanjut Wawan, dalam mengatasi lahan kritis di Banten tidak bisa langsung ditangani. Hal itu lantaran, sebagain lahan kritis juga dikelola oleh Kementerian baik itu Perum Perhutani, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Nah kami hanya menangani yang memang dikelola oleh masyarakat,” katanya.

Saat ditanya penyebab banyaknya lahan kritis di Banten, Wawan mengaku, hal itu disebabkan oleh alih fungsi lahan.

“Dari (lahan) hutan atau perkebunan menjadi pemukiman. Dan yang jadi masalah pemiliknya itu berada di luar Banten, sedangkan di kita hanya penggarap saja,” ujarnya.

BACA JUGA   Pondok Pesantren Darul Irfan, Rekomended untuk Anak Kesayangan Anda Belajar

Wawan menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen dalam melakukan rehabilitasi lahan kritis. Bahkan, program tersebut masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Pemprov Banten 2025-2045.

“Arah pembangunan kehutanan dalam RPJMD 2025-2045, yaitu menciptakan kualitas hidup keanekaragaman hayati,” tegasnya. (ADV)

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Untirta dan Bank Indonesia Jalin Kerja Sama dan Perkuat Sinergi melalui Kick Off Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan 2026

8 April 2026 - 14:03 WIB

Lantik 132 Pejabat di Pemprov Banten, Andra Soni Minta Segara Beradaptasi

31 Maret 2026 - 16:41 WIB

Pemkot Serang Siapkan 3.000 Paket Sembako Bersubsidi untuk Redam Inflasi Ramadan

14 Maret 2026 - 10:31 WIB

Pemprov Banten dan Pemkot Cilegon Raih UHC Awards 2026, BPJS Kesehatan Serang Dorong Daerah Lain Menyusul

27 Januari 2026 - 18:35 WIB

Gubernur Banten Andra Soni Lantik Pejabat Eselon II Pemprov Banten; Berikut Daftar Lengkapnya

3 November 2025 - 16:48 WIB

Wali Kota Serang Lantik 269 Pejabat Eselon III dan IV

31 Oktober 2025 - 15:58 WIB

Trending di Daerah