SERANG – Mahasiswa Jurusan Pendidikan IPA Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) telah mengembangkan bahan ajar inovatif berupa Electronic Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) yang terintegrasi dengan Hands-On Activity (HOA) dan Keterampilan Proses Sains (KPS).
Pengembangan ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan outcome dan mengoptimalkan pembelajaran praktikum Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA.
Hal ini dilakukan tiga mahasiswa Kelompok 7 Mata Kuliah Pengembangan Praktikum IPA pada Program Studi Pendidika IPA Untirta yang dilaksanakan di salah satu SMP, Kota Serang pada 4 April 2024 lalu. Ketiga mahasiswa tersebut yaitu, M. Reihan AFK, Afriyani Safitri dan Siva Nurjannah.
M. Reihan AFK mengatakan, pendidik masa kini dihadapkan pada tantangan untuk merancang kegiatan belajar mengajar yang mengembangkan keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas.
Kegiatan praktikum IPA memainkan peran penting dalam hal ini karena memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan keterampilan ilmiah, meningkatkan motivasi belajar, dan memahami teori secara nyata.

Cover E-LKPD Hasil Pengembangan Mahasiswa Pendidikan IPA Untirta
Berdasarkan hasil observasi kelompok mahasiswa yang dilakukan pihaknya, menemukan beberapa permasalahan yang menghambat ketercapaian outcome praktikum IPA.
Banyak ditemukan pada saat pelaksanaan praktikum di SMP Kota Serang menghadapi beberapa kendala, antara lain kurangnya interaktivitas, kegiatan yang monoton, serta keterbatasan peralatan dan bahan praktikum.
Selain itu, pembelajaran yang lebih fokus pada hasil eksperimen dibandingkan proses yang dijalani oleh peserta didik dalam melakukan eksperimen menyebabkan peserta didik tidak dapat belajar dari kesalahan mereka dan tidak mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis.
“Untuk mengatasi masalah ini, mahasiswa Untirta menciptakan E-LKPD yang mengintegrasikan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan KPS dan HOA,” ujar Reihan.
Afriyani Safitri menambahkan, E-LKPD ini memungkinkan peserta didik untuk lebih aktif dalam belajar dengan mengamati, melakukan, dan mengidentifikasi objek secara langsung.
Metode ini membantu peserta didik mengembangkan keterampilan inkuiri, sikap ilmiah, serta kemampuan mengatasi masalah secara mandiri.
Pengembangan E-LKPD dilakukan melalui tahapan studi literatur dan validasi oleh ahli materi, ahli bahan ajar, dan praktisi untuk memastikan produk dapat digunakan secara efektif dalam pembelajaran IPA.
“Pengembang, E-LKPD ini tidak hanya meningkatkan hasil belajar tetapi juga membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan bagi peserta didik,” katanya.
“Dengan penerapan E-LKPD, diharapkan peserta didik dapat mengembangkan keterampilan ilmiah yang penting, memahami teori lebih baik, dan mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Sementara itu, Siva Nurjannah menjelaskan, E-LKPD yang menggunakan teknologi digital mempermudah akses siswa dengan konten berupa video tutorial, animasi, dan simulasi untuk memperkuat pemahaman konsep-konsep IPA.
Pada E-LKPD, tersedia panduan praktikum terstruktur, lembar observasi, dan analisis data serta untuk membantu evaluasi hasil praktikum. Bagian akhirnya dilengkapi dengan pertanyaan reflektif untuk merangsang berpikir kritis siswa dalam mengatasi masalah.
Hasil validasi E-LKPD ini dari ahli materi, bahan ajar, dan praktisi (Guru IPA) menunjukkan angka antara 95-95,83 persen yang dikategorikan sangat valid, dapat digunakan tetapi perlu revisi kecil.
Hal ini menunjukkan E-LKPD efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep IPA dan kemampuan proses sains mereka, memaksimalkan outcome praktikum IPA, dan mencapai tujuan pembelajaran.
“Penggunaan E-LKPD ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam pada bidang IPA kepada peserta didik, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam melaksanakan praktikum,” terangnya. (*)














